• Mon, Jul 2026

PLN Tambah Dua Mesin Pembangkit di Sedanau Natuna, Pemadaman Bergilir Berangsur Normal

PLN Tambah Dua Mesin Pembangkit di Sedanau Natuna, Pemadaman Bergilir Berangsur Normal

Mesin mobiler milik PLN Natuna di Sedanau


NATUNA : SERANTAU MEDIA – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Natuna menambah dua unit mobile power plant (MPP) di Pulau Sedanau, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, untuk mengurangi risiko pemadaman listrik akibat gangguan pada salah satu mesin pembangkit.

Manajer ULP PLN Natuna, Rafki Chandra, mengatakan penambahan pembangkit dilakukan setelah satu unit mesin pembangkit listrik tenaga diesel berkapasitas 250 kilowatt (kW) mengalami kerusakan pada bagian cylinder head, sehingga menyebabkan pasokan listrik berkurang.

"Defisit daya terjadi karena satu unit mesin pembangkit mengalami gangguan dan saat ini masih dalam proses perbaikan," kata Rafki, Minggu.

Dua unit mesin pembangkit bergerak tersebut tiba di Pulau Sedanau pada Selasa (14/7/2026) dan telah dioperasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

Menurut Rafki, sistem kelistrikan di Sedanau memiliki beban puncak sekitar 620 kW dengan jumlah pelanggan sebanyak 1.916. Meski dua mesin tambahan telah beroperasi, sistem masih mengalami defisit daya sekitar 10 kW.

Akibatnya, PLN masih menerapkan pengaturan pasokan listrik secara terbatas di beberapa wilayah untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah pemadaman yang lebih luas.

"Saat ini masih terdapat kekurangan daya sekitar 10 kW, sehingga pada waktu-waktu tertentu masih diperlukan pengaturan pasokan listrik secara terbatas agar sistem tetap andal," ujarnya.

PLN juga terus mempercepat perbaikan mesin pembangkit yang mengalami kerusakan agar pasokan listrik di Sedanau dapat kembali normal sepenuhnya.

"Kami berharap mesin yang mengalami gangguan dapat segera kembali beroperasi sehingga pasokan listrik bisa pulih normal," kata Rafki.

Sementara itu, warga Sedanau, Eko, mengaku kondisi kelistrikan di wilayahnya mulai membaik setelah dua mesin pembangkit tambahan dioperasikan.

Menurutnya, pemadaman bergilir yang sebelumnya diberlakukan kini tidak lagi berlangsung lama karena PLN bergerak cepat menangani gangguan tersebut.

"Pemadaman hanya berlangsung sekitar tiga jam, kemudian listrik menyala selama enam jam sesuai jadwal. Pembagiannya juga dilakukan secara merata," ujarnya. (Ant/red)