BATAM : SERANTAU MEDIA – Politeknik Negeri Batam (Polibatam), Kepulauan Riau, mengembangkan alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) bernama Segara Automatic Fish Feeder untuk mendukung efisiensi dan produktivitas budi daya ikan dengan sistem bioflok.
Pengembang Segara sekaligus dosen Mekanika dan Elektronika Polibatam, Daniel Sutopo, mengatakan teknologi tersebut tidak hanya berfungsi memberikan pakan secara otomatis, tetapi juga mampu memantau kondisi kolam secara real time.
"Melalui alat ini kami tidak hanya memberikan pakan, tetapi juga vitamin yang dibutuhkan ikan secara otomatis. Sistem ini juga dapat memantau kadar oksigen, pH, suhu, dan tingkat kekeruhan air," kata Daniel di Batam, Selasa.
Menurut dia, seluruh data kolam dapat diakses melalui telepon pintar sehingga pembudi daya tidak harus berada di lokasi untuk memantau kondisi ikan.
Dengan sistem tersebut, pembudi daya dapat segera mengambil tindakan apabila terjadi perubahan parameter yang berpotensi memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan ikan.
"Pembudi daya membutuhkan alat monitoring yang praktis. Melalui smartphone mereka bisa mengetahui kondisi kolam kapan saja dan segera melakukan penanganan jika ada perubahan," ujarnya.
Pengembangan Segara telah berlangsung selama empat angkatan mahasiswa dan mendapat dukungan pendanaan hibah dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Ke depan, tim pengembang berencana mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendeteksi tingkat kekenyangan ikan sehingga pemberian pakan menjadi lebih tepat dan efisien.
Selain itu, sistem juga akan dikembangkan agar mampu mengendalikan kadar oksigen, pH, serta tingkat kekeruhan air kolam secara otomatis.
"Saat ini mahasiswa juga sedang mengembangkan sistem pengendalian kadar pH air kolam agar pengelolaan budi daya semakin optimal," kata Daniel.
Ia menambahkan teknologi tersebut dirancang untuk membantu pembudi daya yang memiliki keterbatasan waktu dalam mengelola kolam ikan.
"Ketika hujan atau pembudi daya sedang bekerja di tempat lain, alat ini tetap berjalan otomatis dan memberikan notifikasi terkait kondisi kolam," ujarnya.
Polibatam menargetkan inovasi tersebut dapat memasuki tahap hilirisasi sehingga dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha perikanan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto menyambut baik pengembangan teknologi yang dilakukan kalangan akademisi untuk mendukung sektor perikanan budi daya.
Menurutnya, kebutuhan teknologi semakin penting seiring berkembangnya usaha budi daya ikan berbasis bioflok di Batam.
"Dalam tiga tahun terakhir Pemerintah Kota Batam telah membantu sekitar 75 hingga 80 kelompok pembudi daya dengan teknologi bioflok. Karena itu kami sangat mendukung inovasi dari perguruan tinggi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas pembudi daya," kata Yudi.
Ia berharap semakin banyak hasil riset perguruan tinggi yang dapat diterapkan langsung di lapangan untuk meningkatkan efisiensi usaha dan mendukung ketahanan pangan daerah.
"Inovasi seperti sistem pemberian pakan otomatis dan monitoring kolam sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi budi daya ikan di Batam," ujarnya. (Antara/red)