• Thu, Jul 2026

Revitalisasi Jaringan Pipa Air Bersih Natuna Diperkirakan Butuh Rp250 Miliar

Revitalisasi Jaringan Pipa Air Bersih Natuna Diperkirakan Butuh Rp250 Miliar

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Natuna, Nanang Hidayat (kiri) bersama Direktur Perumda Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin. (Foto: RRI)


NATUNA : SERANTAU MEDIA – Revitalisasi seluruh jaringan pipa distribusi air milik Perumda Tirta Nusa Natuna diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar. Besarnya kebutuhan dana tersebut dinilai belum mampu dipenuhi Pemerintah Kabupaten Natuna dalam kondisi anggaran saat ini.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Natuna, Nanang Agus Hidayat, mengatakan estimasi tersebut mencakup penggantian pipa distribusi, perbaikan intake yang rusak, hingga penataan ulang jaringan distribusi air sesuai perencanaan.

"Kalau dihitung secara keseluruhan, revitalisasi jaringan air bersih ini membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar," kata Nanang saat memberikan keterangan di RRI Ranai, Rabu (22/7/2026).

Menurut Nanang, tingginya biaya revitalisasi disebabkan banyaknya kerusakan pada intake dan kebocoran pipa yang selama ini mengganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Meski demikian, ia optimistis pasokan air akan meningkat setelah Embung Sebayar mulai beroperasi. Kapasitas distribusi air diperkirakan naik dari sekitar 35 liter per detik menjadi 75–90 liter per detik.

Namun, ia mengingatkan peningkatan kapasitas tersebut tidak akan optimal apabila kerusakan jaringan pipa tidak segera ditangani.

"Kalau nanti masih ada kendala, bukan karena airnya tidak cukup, tetapi karena banyak pipa yang pecah dan bocor," ujarnya.

Sebelumnya, uji coba debit air Embung Sebayar pada 19 Juli 2026 mencatat kapasitas sekitar 59 liter per detik, melampaui target peningkatan pasokan air baku sebesar 50 liter per detik untuk mendukung pelayanan Perumda Tirta Nusa Natuna. 

Direktur Perumda Tirta Nusa Natuna Zaharuddin menjelaskan perkiraan tingkat kebocoran pipa PDAM saat ini mencapai 30 hingga 40 persen. Angka tersebut berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh BPKP. 

Menurut Bang Deng, sapaan akrab Direktur Perumda Tirta Nusa Natuna ini dengan angka kebocoran 30 hingga 40 persen itu sudah cukup tinggi. Dan untuk ambang batas kebocoran itu dikatakannya hanya sampai 20 persen baru bisa dikatakan jaringan air bersih berjalan normal. ***