TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Kader Posyandu di Kota Tanjungpinang didorong berperan dalam mendeteksi dini potensi gangguan sosial dan menjaga ketertiban lingkungan.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tanjungpinang, Irwan Yacub, pada peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 di Kelurahan Bukit Cermin, Rabu (29/4).
Irwan mengatakan kader Posyandu memiliki posisi strategis di tengah masyarakat untuk memantau kondisi lingkungan, termasuk aktivitas remaja dan pelajar yang berpotensi melanggar ketertiban.
“Peran kader diharapkan membantu deteksi dini, seperti pelajar bolos, remaja berkeliaran hingga larut malam, maupun potensi gangguan sosial lainnya,” ujarnya seperti dilansir laman resmi Pemko Tanjungpinang.
Ia juga meminta kader aktif memberikan edukasi kepada masyarakat serta melaporkan temuan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau Satpol PP melalui layanan WhatsApp untuk ditindaklanjuti.
Berdasarkan data Satpol PP Tanjungpinang tahun 2025, sebanyak 34 pelajar ditertibkan karena bolos sekolah dan berada di warung internet atau fasilitas umum saat jam belajar. Selain itu, 10 pelajar ditemukan berada di ruang publik hingga larut malam.
Irwan menegaskan keterlibatan masyarakat, termasuk kader Posyandu, penting dalam perlindungan anak dan pencegahan gangguan ketertiban.
“Ini tanggung jawab bersama. Jika ada potensi gangguan, segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan kader dari tujuh Posyandu di Kelurahan Bukit Cermin juga berdialog untuk memperkuat peran dan fungsi Posyandu di wilayah masing-masing.***