• Sat, Apr 2026

Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia, Akhmad Munir: “Kami Kehilangan Kader Terbaik”

Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia, Akhmad Munir: “Kami Kehilangan Kader Terbaik”

Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia Zulmansyah Sekedang


SERANTAUMEDIA.ID | Jakarta - Kabar duka datang dari dunia pers nasional. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada usia 54 tahun di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Sabtu dini hari sekitar pukul 00.10 WIB akibat serangan jantung.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sosok yang dikenal berdedikasi tinggi tersebut. “Kami kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi. Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang,” ujar Munir.

Menurut keterangan internal organisasi, sebelum kejadian, Zulmansyah sempat menghadiri acara deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia di sebuah kampus di Jakarta pada Jumat malam. Setelah itu, ia bersama sejumlah pengurus PWI melanjutkan kegiatan makan malam di kawasan Jalan Jaksa.

Namun sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun. Ia dilaporkan mengalami sesak dada hebat, lemas, hingga muntah-muntah. Zulmansyah kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan diagnosis dokter, almarhum mengalami serangan jantung, yang juga berkaitan dengan riwayat penyakit yang telah dimilikinya sebelumnya. Pihak rumah sakit sempat merekomendasikan rujukan ke RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan lanjutan. Namun, di tengah upaya tersebut, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Munir menegaskan bahwa kepergian Zulmansyah merupakan kehilangan besar bagi PWI dan dunia jurnalistik Indonesia. Selain dikenal ramah dan penuh semangat, almarhum juga memiliki kontribusi panjang dalam organisasi, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode, serta memegang berbagai posisi strategis di tingkat nasional.

“Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang,” kembali ditegaskan Munir, seraya mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk mendoakan almarhum.

Dalam perjalanan kariernya, Zulmansyah dikenal sebagai figur pemersatu yang berperan penting dalam menjaga soliditas organisasi, termasuk dalam upaya mengakhiri dualisme kepengurusan melalui kongres persatuan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam sekaligus jejak pengabdian yang kuat bagi dunia pers Indonesia.