• Sun, Aug 2026

Sekolah Terintegrasi Merah Putih Batam Utamakan Siswa Berprestasi dan Anak Rempang-Galang

Sekolah Terintegrasi Merah Putih Batam Utamakan Siswa Berprestasi dan Anak Rempang-Galang

Deputi Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto sedang memaparkan rancangan arsitektur Sekolah Terintegrasi Merah Putih Batam di Rempang Batam, Kepri, Minggu (2/8/2026). (Foto :ANTARA)


BATAM : SERANTAU MEDIA – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan Sekolah Terintegrasi Merah Putih akan memprioritaskan siswa berprestasi serta membuka jalur khusus bagi anak-anak dari wilayah hinterland, khususnya Rempang dan Galang.

Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan konsep Sekolah Terintegrasi Merah Putih berbeda dengan Sekolah Rakyat. Jika Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, sekolah yang akan dibangun BP Batam ini berfokus mencetak sumber daya manusia unggul melalui seleksi berbasis prestasi.

"Anak-anak yang masuk ke sini adalah anak-anak yang berprestasi. Namun kami juga memberikan ruang bagi anak-anak di Rempang dan Galang untuk mendapatkan kesempatan khusus," kata Amsakar, Minggu (2/8/2026).

Ia menjelaskan, sekolah tersebut akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 18,5 hektare dengan konsep pendidikan terintegrasi yang mencakup jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Menurut Amsakar, pembangunan sekolah akan dibiayai sepenuhnya oleh pihak swasta. Setelah selesai dibangun, seluruh fasilitas akan dihibahkan kepada pemerintah untuk kemudian dikelola sepenuhnya oleh pemerintah.

"Saat ini proyek masih dalam tahap perencanaan dan pematangan lahan. Setelah itu baru masuk tahap pembangunan," ujarnya.

BP Batam menargetkan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih rampung pada akhir 2028 sehingga dapat mulai menerima peserta didik baru pada tahun yang sama.

Amsakar menegaskan pengelolaan sekolah tidak akan diserahkan kepada pihak swasta. Pemerintah masih akan menentukan apakah pengelolaannya berada di bawah BP Batam atau Pemerintah Kota Batam.

"Lembaga ini bukan dikelola oleh swasta, tetapi dikelola oleh pemerintah," tegasnya. 

Selain menyiapkan sarana dan prasarana, pemerintah juga akan melakukan rekrutmen tenaga pendidik secara khusus guna memastikan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

"Kami membutuhkan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan kapasitas. Karena itu akan dilakukan rekrutmen tersendiri agar sekolah ini benar-benar diisi oleh guru-guru terbaik," kata Amsakar.

Sekolah Terintegrasi Merah Putih diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia unggul di Batam sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, terutama anak-anak di wilayah hinterland.