SIAK : SERANTAU MEDIA – Kepolisian Resor (Polres) Siak, Riau, memberikan pendampingan psikologis kepada siswa SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak pascainsiden ledakan senapan rakitan saat praktik sains yang menewaskan satu siswa.
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, Jumat (10/4/2026), mengatakan kegiatan trauma healing ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi mental para siswa setelah peristiwa tragis tersebut.
“Polres Siak tidak hanya fokus mengungkap fakta hukum, tetapi juga memberikan dukungan moral dan psikologis agar para siswa tetap merasa aman dan terlindungi,” ujarnya seperti dikutip dari antara.
Pendampingan dilakukan oleh jajaran polisi wanita (polwan) dengan pendekatan humanis, interaktif, dan edukatif. Para siswa diajak berkomunikasi, bermain, serta diberikan motivasi untuk mengurangi rasa takut dan kecemasan.
Kehadiran polwan di tengah siswa diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan membantu memulihkan kondisi emosional mereka agar dapat kembali beraktivitas normal. Dalam kegiatan tersebut, suasana perlahan mencair dengan tawa dan interaksi hangat dari para siswa.
Sebelumnya, seorang siswa kelas IX berinisial MA (15) meninggal dunia setelah diduga terkena ledakan senapan rakitan saat mengikuti ujian praktik sains, Rabu (9/4/2026).
Insiden terjadi ketika korban mempraktikkan alat yang diduga berupa senapan buatan sendiri berbasis printer 3D. Saat digunakan, alat tersebut tiba-tiba meledak dan serpihannya mengenai kepala serta wajah korban.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan serta memastikan aspek keselamatan dalam kegiatan praktik di sekolah.(ant/red)