PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar masih terus berlangsung. Hingga kini, tim gabungan telah memasuki hari keempat berjibaku memadamkan api yang melalap kawasan tersebut.
Tim yang terlibat terdiri dari Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, TNI, Polri, BPBD Provinsi Riau, serta BPBD Kabupaten Kampar. Mereka bekerja sejak pagi hingga sore hari untuk mengendalikan api agar tidak meluas.
Koordinator Teknis Dalkarhut Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Edwin Putra, mengatakan sekitar 15 hektare lahan yang didominasi semak belukar, akasia, pakis, dan alang-alang dilaporkan telah terbakar.
Menurutnya, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi lahan gambut dan terbatasnya sumber air di sekitar lokasi.
“Air harus dipompa lebih dulu ke bak penampungan sebelum disalurkan ke titik api. Selain itu, vegetasi seperti pakis dan alang-alang membuat api cepat menyebar,” ujarnya.
Selama empat hari penanganan, tim baru berhasil memadamkan sekitar lebih dari satu hektare area yang terbakar. Api yang merambat di bawah permukaan gambut menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman.
Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca cerah serta hembusan angin dengan kecepatan sekitar 11 kilometer per jam, yang membuat api mudah menyebar.
Sumber air di lokasi juga terbatas. Saat ini tim hanya mengandalkan air dari kanal dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter dan lebar sekitar 1,5 meter.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan berbagai peralatan, di antaranya satu unit mobil Strada, mesin pompa ZS Power, dua pompa jinjing mini strike, serta puluhan selang hisap dan selang buang.
Strategi pemadaman dilakukan melalui dua jalur utama menggunakan mesin ZS Power dan dua jalur tambahan dengan pompa mini untuk mempercepat distribusi air ke titik api.
Hingga kini, status kebakaran masih dalam tahap pemadaman lanjutan. Tim gabungan tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan api tidak kembali membesar dan bara di lapisan gambut benar-benar padam. (MCR/red)