KARIMUN : SERANTAU MEDIA – Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun (Lanal TBK) menggagalkan upaya penyelundupan 14 pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural yang hendak diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur laut.
Komandan Lanal TBK Letkol Laut Samuel C. Noya menyampaikan, dalam operasi tersebut petugas turut mengamankan dua awak kapal, yakni seorang tekong berinisial W (48) dan anak buah kapal (ABK) berinisial A (37). Selain itu, terdapat sembilan PMI laki-laki dan lima perempuan yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia.
Seluruh pihak yang diamankan telah dibawa ke Markas Komando Lanal TBK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait rencana pengiriman PMI ilegal melalui perairan Takong Iyu, Kabupaten Karimun, pada Minggu (3/5) malam. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim reaksi cepat Lanal TBK bergerak menuju lokasi sekitar pukul 21.35 WIB.
Sekitar pukul 23.35 WIB, petugas mendeteksi sebuah bot pancung mencurigakan yang melaju ke arah perbatasan Malaysia. Tim kemudian melakukan pengejaran dan sempat melepaskan tembakan peringatan karena kapal tidak mengindahkan perintah berhenti.
Kapal akhirnya berhasil dihentikan pada pukul 01.00 WIB. Seluruh penumpang diamankan tanpa perlawanan.
Dari hasil pemeriksaan awal, kapal bermesin 200 PK tersebut diketahui berangkat dari Pulau Mecan, Batam, dengan tujuan Pontian, Malaysia, membawa 14 PMI ilegal. Kondisi para PMI dilaporkan sehat, sementara tekong kapal diduga positif menggunakan narkoba.
Petugas juga menemukan bahwa para PMI membayar biaya antara Rp5 juta hingga Rp13 juta untuk diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia.
Selanjutnya, tekong dan ABK diserahkan ke Satpolairud Polres Karimun untuk proses hukum. Sementara para PMI akan ditangani oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) sesuai ketentuan yang berlaku.
Keberhasilan ini disebut sebagai bagian dari upaya TNI AL dalam memperkuat pengawasan wilayah perairan perbatasan sekaligus menekan praktik penyelundupan manusia melalui jalur laut.***