BATAM, SERANTAU MEDIA - Kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil kota Batam, Sri Miranthy Adhisty angkat bicara terkait video viral seorang warga mengamuk saat melakukan pengurusan admistrasi di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kota Batam.
Adhisty mengatakan, jika ditemukan pelanggaran etika oleh pegawai dalam kejadian tersebut dirinya akan melalukan evaluasi internal.
“Dinas Dukcapil kota Batam sangat terbuka terhadap koreksi dan masukan,” jawab Adhisty seperti dilansir RRI, Jumat 15 Mei 2026 sore.
Disisi lain Adhisty juga menjelaskan dimana dari rekaman CCTV, petugas di dalam Disdukcapil terlihat mencoba menenangkan situasi agar warga lain tidak terganggu. Kejadian itu menurutnya tidak berlangsung lama dan pelayanan tetap berjalan normal.
Adhisty juga mengklaim masyarakat lain yang ada di lokasi saat kejadian juga tetap tenang dan terlayani dengan baik. “Ini menunjukkan bahwa sistem kami secara umum bekerja dengan aman,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya sebuah video yang berdurasi 2 menit 14 detik memperlihatkan seorang warga mengamuk di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kota Batam pada Selasa 12 Mei 2026 viral di media sosial.
Warga yang diketahui bernama Fati Hulu mengamuk. Ia sudah antre berjam-jam di ruang pelayanan. Ia mendapat nomor antrean 15.
Sudah antre lama, petugas malah memanggil nomor antrean 18, bahkan nomor antrean 16 yang duduk di sampingnya pun tidak dipanggil.
Hal tersebut memantik kemarahan Fati. Ia meminta petugas Disdukcapil agar menjalankan tugas melayani masyarakat sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).
"Saya perhatikan petugas di loket masih ada menerima berkas langsung, entah dari mana tanpa nomor antrean," kata Fati.
Ia mengatakan dirinya tidak masalah dengan hal tersebut. Yang membuat dirinya terpancing emosi, karena petugas memanggil nomor tiga antrean di atasnya, sementara dirinya sejak awal menunggu di lokasi.***