• Fri, Apr 2026

Volume Peti Kemas Batam Naik 12 Persen pada Triwulan I 2026

Volume Peti Kemas Batam Naik 12 Persen pada Triwulan I 2026

STS Crane milik BP Batam di Pelabuhan Batu Ampar Batam, Kepri. (Foto : ANTARA)


BATAM : SERANTAU MEDIA – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat peningkatan volume bongkar muat peti kemas sebesar 12 persen pada triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, volume peti kemas naik dari 166 ribu Twenty Foot Equivalent Units (TEUs) menjadi 187 ribu TEUs.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut capaian tersebut menegaskan semakin kuatnya posisi Batam sebagai simpul logistik strategis di kawasan.

“Pertumbuhan ini menunjukkan Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat.

Ia menambahkan, BP Batam akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan.

Dari total volume tersebut, 69 persen aktivitas berasal dari Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang mencatat 128.556 TEUs atau tumbuh 22 persen pada triwulan I 2026.

Selain peti kemas, kinerja logistik juga didukung peningkatan bongkar muat general cargo yang mencapai 2,9 juta ton atau naik 8 persen dibandingkan 2,6 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Terminal Curah Cair Kabil menjadi kontributor terbesar untuk general cargo dengan volume 1,09 juta ton dan pertumbuhan 21 persen.

Di sektor layanan penumpang, BP Batam juga mencatat kenaikan signifikan. Sepanjang triwulan I 2026, jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional mencapai 2.507.630 orang atau meningkat 15 persen secara tahunan.

Rute internasional masih mendominasi dengan 1.316.495 penumpang atau tumbuh 11 persen, terutama tujuan Singapura dan Malaysia. Sementara penumpang domestik meningkat 20 persen menjadi 1.191.135 orang.

Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur tercatat sebagai titik tersibuk dalam melayani mobilitas penumpang.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan peningkatan kinerja harus diimbangi dengan kualitas layanan, seiring perluasan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPB) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

“Kami mendorong layanan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa, sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, memastikan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan serta mengoptimalkan layanan di seluruh pelabuhan.

“Digitalisasi layanan, termasuk pengembangan e-ticketing dan integrasi sistem antar terminal, akan terus didorong agar pelayanan semakin mudah, cepat, dan terintegrasi,” kata Denny.(ant/red)