• Mon, Feb 2026

Warga Siak Berhadapan dengan Harimau Sumatera, BBKSDA Riau Turun Tangan

Warga Siak Berhadapan dengan Harimau Sumatera, BBKSDA Riau Turun Tangan

Petugas BBKSDA Riau bersama perangkat desa melakukan pengecekan lapangan di perkebunan sawit Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. (Foto: BBKSDA)


PEKANBARU, SERANTAU MEDIA – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bergerak cepat menindaklanjuti laporan kemunculan Harimau Sumatera di Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Tim langsung turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Seorang warga bernama Zulfikar bersama dua rekannya tengah memancing di lahan Koperasi Tinera Jaya. Dalam perjalanan, Zulfikar melihat sorot mata yang semula dikira sapi. Namun, setelah disinari senter, tampak seekor Harimau Sumatera berjarak sekitar empat meter darinya.

Terkejut, Zulfikar segera meninggalkan lokasi dan menuju pondok pekerja koperasi untuk memperingatkan rekan-rekannya. Ia meminta mereka berlindung di pondok guna menghindari potensi bahaya.

Menanggapi kabar yang beredar, Penghulu Desa Teluk Masjid meluruskan informasi yang tidak tepat. “Tidak ada warga yang diterkam harimau. Yang terjadi adalah perjumpaan langsung antara manusia dan Harimau Sumatera,” tegasnya.

Isu mengenai banyaknya sapi yang dilepas di sekitar lokasi konflik juga dibantah. Sapi-sapi tersebut tidak berada di area perjumpaan warga dengan satwa dilindungi itu.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyampaikan hasil pengecekan tim di lapangan menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter di perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya. Temuan ini mengindikasikan hanya satu ekor harimau yang melintas.

“Lokasi perjumpaan berada di Areal Penggunaan Lain (APL) dan jejak mengarah ke Hutan Produksi berjarak sekitar empat kilometer. Tim melakukan sosialisasi agar warga lebih waspada dan menghindari aktivitas sendirian, terutama pada malam hari,” ujar Supartono, Sabtu (10/1/2026).

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera.
“Kami akan terus memantau situasi demi keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar,” pungkasnya.***