• Wed, Sep 2026

Yayasan Loola Bangun 100 Unit IPAL untuk Warga Pesisir Tanjungpinang

Yayasan Loola Bangun 100 Unit IPAL untuk Warga Pesisir Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, S.H. memberi dukungan rencana Yayasan Loola Komunitas akan membangun 100 unit instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk masyarakat pesisir (foto: humas)


TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA — Yayasan Loola Komunitas akan membangun 100 unit instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk masyarakat pesisir di wilayah Senggarang dan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada September 2026.

Program melalui skema Water Access, Sanitation, and Hygiene (WASH) tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang karena dinilai sejalan dengan program pembangunan sanitasi masyarakat di daerah tersebut.

Koordinator Kehumasan Yayasan Loola Komunitas Jaya Putra mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan IPAL di Tanjungpinang mencapai 300 unit hingga akhir 2026.

“Loola memiliki program kerja untuk mengentaskan kesulitan warga dalam hal sanitasi sehat dan kelestarian lingkungan. Kita juga telah memiliki modul dan program yang disisipkan dalam kegiatan tamu kami untuk komunitas. Ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan,” kata Jaya, Rabu (16/9/2026).

Menurut Jaya, program WASH telah dijalankan sejak 2024. Pembiayaan pembangunan IPAL berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta dukungan sejumlah yayasan di Singapura yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan.

Selain memberikan fasilitas sanitasi, program tersebut juga melibatkan masyarakat setempat dalam proses pembangunan. Pemilik rumah atau warga yang ditunjuk sebagai penerima manfaat dapat bekerja sebagai tukang atau kepala tukang dan mendapatkan upah dari yayasan.

“Selain menerima manfaat, warga juga menerima upah tukang pekerjaan. Tidak hanya membangun sanitasinya, perusahaan dan yayasan ingin memberdayakan masyarakat setempat,” ujarnya.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan Pemkot Tanjungpinang mendukung pelaksanaan program tersebut dengan memfasilitasi penyediaan dan pengumpulan data masyarakat penerima manfaat di wilayah pesisir.

Menurut Lis, pembangunan IPAL melalui program WASH sejalan dengan rencana induk pembangunan sanitasi masyarakat Kota Tanjungpinang. Pemkot juga berencana mengalokasikan anggaran untuk mendukung pengembangan program tersebut pada 2027.

“Kita juga mengharapkan apa yang dilaksanakan oleh Yayasan Loola ini dapat dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Upaya pembangunan kesehatan masyarakat dan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama sebagai bentuk kepedulian korporasi terhadap lingkungan,” kata Lis.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Loola Komunitas atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan akses sanitasi bagi masyarakat pesisir Tanjungpinang. (Rls/red)