• Thu, Aug 2026

Aktivitas Penerbangan Bandara RHF Tanjungpinang Turun, Penumpang Anjlok 12 Persen

Aktivitas Penerbangan Bandara RHF Tanjungpinang Turun, Penumpang Anjlok 12 Persen

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan.


TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Aktivitas penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang mengalami penurunan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Pergerakan pesawat tercatat turun sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi berhentinya operasional Garuda Indonesia di Tanjungpinang sejak 9 Februari 2026. Saat ini, rata-rata pergerakan pesawat di Bandara RHF berada di kisaran tujuh penerbangan per hari, turun dari sekitar 9 hingga 10 pergerakan pesawat per hari pada 2025.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, mengatakan penurunan tersebut terlihat dari perbandingan data Januari-Agustus 2026 dengan periode yang sama tahun lalu.

“Kalau kita bandingkan dengan periode yang sama Januari-Agustus 2025, untuk pesawat mengalami penurunan kurang lebih 7 persen,” ujar Setiadi, Rabu (26/8/2026).

Selain jumlah pergerakan pesawat, volume penumpang juga ikut menurun sekitar 12 persen. Jika sebelumnya rata-rata mencapai sekitar 600 penumpang per hari, kini jumlahnya berada di kisaran 560 penumpang per hari.

“Untuk penumpang dibandingkan dengan tahun lalu terjadi penurunan sekitar 12 persen, sedangkan untuk kargo mengalami kenaikan 1 sampai 2 persen,” katanya.

Meski penerbangan penumpang mengalami penurunan, aktivitas Bandara RHF masih ditopang penerbangan kargo. Sementara itu, penerbangan komersial reguler saat ini dilayani Citilink dan Batik Air.

Setiadi memastikan operasional bandara tetap berjalan normal dan tidak terdapat kendala berarti dalam pelayanan penerbangan. Bahkan, terdapat penyesuaian jadwal yang membuat waktu kedatangan sejumlah penerbangan menjadi lebih awal.

“Bahkan sekarang mulai Agustus, yang semula landing jam setengah empat sore, sekarang maju menjadi jam 12.30 WIB,” ujarnya.

Bandara Raja Haji Fisabilillah merupakan salah satu pintu masuk utama melalui jalur udara ke Pulau Bintan dan kawasan Tanjungpinang. Bandara ini sebelumnya dikenal dengan nama Bandara Kijang, yang merujuk pada lokasi bandara di kawasan Kijang, Kabupaten Bintan.

Nama bandara kemudian diubah menjadi Bandara Raja Haji Fisabilillah untuk mengenang Raja Haji Fisabilillah, tokoh penting Kesultanan Riau-Lingga yang dikenal sebagai pejuang Melayu dalam menghadapi kolonial Belanda pada abad ke-18. (REI/red)