SIAK : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Kabupaten Siak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring ancaman musim kemarau dan fenomena Super El Nino. Upaya pencegahan dilakukan melalui patroli terpadu, deteksi dini titik panas, serta penguatan koordinasi di wilayah rawan kebakaran.
Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengatakan penanganan karhutla memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan karena potensi kebakaran dapat terjadi di kawasan hutan, perkebunan, maupun lahan masyarakat.
"Karhutla tidak mengenal batas wilayah dan tidak bisa ditangani secara parsial. Yang dibutuhkan adalah kerja sama, koordinasi, dan komunikasi yang baik," kata Syamsurizal, Rabu (1/7).
Ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Selain itu, petugas penanggulangan karhutla diminta memastikan kesiapan personel dan peralatan agar dapat segera merespons jika terjadi kebakaran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak Novendra Kasmara mengatakan patroli terpadu terus dilakukan bersama perusahaan, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya. BPBD juga mengoptimalkan sistem deteksi dini melalui pemantauan titik panas (hotspot).
"Kami terus melakukan patroli bersama dan memastikan kesiapan sarana serta prasarana agar setiap potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini," ujarnya.
Menurut Novendra, setiap titik panas yang terdeteksi segera diverifikasi di lapangan bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kampung, dan pemerintah kecamatan untuk mencegah berkembangnya titik panas menjadi kebakaran.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Siak hingga 29 Juni 2026, tercatat sebanyak 254 titik panas dan 45 titik api di wilayah Kabupaten Siak.
Sementara itu, perwakilan PT Arara Abadi, Lambok Pardede, mengatakan pihak perusahaan turut memperkuat upaya pencegahan melalui patroli bersama BPBD, TNI, dan Polri serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan karhutla.
"Kami juga akan memperkuat pos mitigasi agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi titik api," katanya.(RRI/red)