TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang menyiagakan 27 ton air bersih per hari untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dan potensi kekeringan yang dapat menyebabkan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Tanjungpinang, Lusi Nila Sari, mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel, armada, serta sejumlah penampungan air untuk memastikan bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sebanyak 18 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) disiagakan selama 24 jam untuk merespons laporan masyarakat.
“Mereka selalu siap di kantor kapan pun masyarakat membutuhkan bantuan air,” ujar Lusi, Minggu (16/8/2026).
Untuk mendukung pendistribusian air bersih, BPBD Tanjungpinang menyiapkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5 ton, dua unit mobil pikap yang masing-masing dilengkapi tangki air berkapasitas 1 ton, serta dua unit kendaraan rescue sebagai armada cadangan.
Selain itu, BPBD juga memiliki empat penampungan air atau tandon dengan kapasitas masing-masing 5 ton. Dengan seluruh sarana tersebut, kapasitas air bersih yang dapat disiagakan mencapai sekitar 27 ton.
“Di kantor kami tersedia empat tandon air dengan kapasitas masing-masing 5 ton. Ditambah dengan tangki air dan mobil air, total kapasitas yang kami siagakan mencapai 27 ton,” katanya.
Stok air bersih tersebut disiapkan setiap hari untuk didistribusikan kepada warga yang mengalami kesulitan air akibat kekeringan.
Namun, Lusi mengakui terdapat sejumlah kendala dalam penyediaan air bersih, salah satunya ketika terjadi pemadaman listrik yang menyebabkan proses pemompaan air terganggu.
BPBD Tanjungpinang juga meminta masyarakat yang telah mengajukan permintaan bantuan air bersih untuk bersabar. Pendistribusian dilakukan secara bertahap dan bergiliran menyesuaikan jumlah permintaan serta ketersediaan armada.
“Dengan armada yang ada dan banyaknya permintaan, pendistribusian air dilakukan secara bergiliran agar seluruh masyarakat yang membutuhkan dapat terlayani,” ujarnya. (REI/red)