BATAM : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, meresmikan empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah pulau-pulau terpencil untuk memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagi anak-anak di kawasan hinterland.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Syartiwidya, mengatakan total 10 SPPG di Batam diresmikan pada Rabu. Selain empat SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), enam lainnya berada di kawasan aglomerasi perkotaan.
“Biasanya di daerah yang jauh itu prevalensi stunting-nya tinggi. Ini yang kita utamakan, karena banyak SPPG di wilayah terpencil belum berjalan,” kata Syartiwidya.
Empat SPPG di wilayah 3T berada di Pulau Pemping, Kecamatan Belakang Padang; Pulau Ngenang, Kecamatan Nongsa; Pantai Gelam, Kecamatan Bulang; serta Galang Baru, Kecamatan Galang.
Sementara itu, enam SPPG di kawasan aglomerasi tersebar di Patam Lestari, Sekupang; Batu Besar, Nongsa; Baloi Indah, Lubuk Baja; Bengkong Laut, Bengkong; Belian, Batam Kota; dan Kibing, Batu Aji.
Syartiwidya menjelaskan, pengoperasian SPPG di pulau-pulau terpencil menghadapi tantangan berbeda dibandingkan kawasan perkotaan. Tantangan tersebut meliputi pendanaan, jumlah penerima manfaat, kapasitas dapur, hingga pengadaan bahan baku.
Menurut dia, jumlah penerima manfaat di SPPG wilayah 3T umumnya kurang dari 1.000 orang. Kondisi itu membuat kebutuhan luas dapur dan jumlah relawan berbeda dari SPPG di kawasan perkotaan. Harga bahan baku juga perlu disesuaikan dengan kondisi setempat.
“Untuk dapur 3T agak berbeda, karena jumlah penerima manfaat di bawah 1.000. SPPG luasannya kecil, relawannya juga tidak banyak. Kemudian, harga bahan baku tidak bisa disamakan dengan aglomerasi di kota,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah menerapkan mekanisme khusus, termasuk penyesuaian indeks harga bahan baku, agar operasional SPPG di wilayah terpencil dapat berjalan sesuai kondisi masing-masing daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, berharap peresmian 10 SPPG tersebut segera diikuti operasional dapur sehingga jumlah penerima manfaat MBG bertambah, terutama anak-anak di kawasan hinterland.
“Dengan peresmian hari ini, dalam beberapa hari ke depan SPPG ini diharapkan sudah beroperasi. Kalau SPPG 3T beroperasi, penerima manfaat juga akan bertambah, khususnya di wilayah hinterland,” kata Hendri.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Kepala SPPG diminta memastikan kualitas makanan terjaga untuk mencegah kejadian luar biasa, termasuk keracunan pangan.
Hendri berharap koordinasi antara Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola SPPG, dan Pemerintah Kota Batam terus diperkuat agar program MBG menjangkau lebih banyak anak, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau terpencil. (Ant/red)