• Fri, Jan 2026

BPBD Lingga Siapkan Status Siaga Darurat Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob

BPBD Lingga Siapkan Status Siaga Darurat Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob

Kepala BPBD Lingga Oktanius Wirsal saat diwawancarai. (Foto: RRI/red)


LINGGA, SERANTAU MEDIA - Ancaman banjir rob, banjir bandang, hingga cuaca ekstrem menjadi perhatian utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga setelah BMKG merilis peringatan dini untuk periode 4 hingga 9 Desember 2025. Langkah antisipatif menghadapi potensi bencana pada Desember 2025 pun dilakukan. 

BMKG Kelas III Dabo Singkep sebelumnya mengumumkan bahwa fase bulan purnama yang berada pada titik terdekat dengan bumi akan memicu kenaikan pasang air laut. Kondisi tersebut meningkatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir Lingga yang mencapai hampir 60 persen dari total permukiman warga.

Informasi peringatan dini itu telah disampaikan BMKG kepada FKPD, wartawan lokal, serta melalui kanal resmi WhatsApp BMKG. Kepala BMKG Kelas III Dabo Singkep, Ady Istyono, menegaskan bahwa potensi banjir rob mesti menjadi perhatian serius seluruh pihak.

“Fase bulan purnama pada periode ini memicu kenaikan pasang air laut yang meningkatkan risiko banjir rob,” kata Ady Istyono.

BPBD Lingga merespons cepat setelah menerima informasi tersebut dengan menggelar pertemuan bersama pimpinan daerah dan instansi terkait. Rapat ini membahas langkah mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang berpotensi muncul sepanjang Desember.

“Berdasarkan informasi BMKG dan imbauan BNPB Provinsi, kami segera memperkuat mitigasi bencana,” kata Kepala BPBD Lingga, Oktanius Wirsal, Rabu (3/12/2025).

BPBD juga mulai menyiapkan strategi penanggulangan dini, termasuk pemetaan wilayah rawan bencana dan koordinasi lintas sektor untuk mengoptimalkan respons darurat. 

Langkah ini menjadi penting mengingat sejumlah daerah seperti Daik Lingga hingga pesisir Dabo Singkep termasuk wilayah yang berisiko tinggi.

“Ke depan akan ada beberapa ancaman yang harus dihadapi, seperti banjir rob, banjir bandang, dan cuaca ekstrem,” ujarnya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Lingga memastikan seluruh personel disiagakan penuh, termasuk perangkat komunikasi dan logistik darurat. Upaya ini dilakukan agar penanganan cepat dapat dilakukan apabila terjadi bencana secara tiba-tiba.

“Kami sudah duduk bersama para pimpinan, dan dalam waktu dekat kami akan menetapkan status siaga darurat,” sambungnya. 

Dengan berbagai persiapan tersebut, BPBD Lingga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama warga di wilayah pesisir. Informasi terbaru terkait kondisi cuaca dan potensi bencana akan terus disampaikan melalui saluran resmi pemerintah.(RRI/red)