BATAM, SERANTAU MEDIA – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong penguatan harmonisasi dan toleransi antarumat beragama di Kota Batam. Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sekaligus melantik pengurus Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injil Indonesia (PGLII), di Golden Prawn, Senin (16/2/2026).
Dalam sambutannya, Amsakar mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa semangat pembaruan sekaligus memperkuat peran organisasi dalam membangun kehidupan berjemaat yang rukun dan harmonis.
Menurutnya, organisasi keagamaan seperti PGLII memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Sebagai kota dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam, Batam membutuhkan peran aktif tokoh agama untuk merawat persatuan sekaligus mencegah potensi gesekan sosial.
“Selamat atas dilantiknya kepengurusan yang baru. Semoga PGLII semakin berkontribusi dalam membangun harmonisasi antarjemaat serta memperkuat pembinaan umat,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan harus dilandasi kepercayaan dan komunikasi yang terbuka. Sinergi tersebut, kata dia, tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas spiritual masyarakat, tetapi juga mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh.
Amsakar juga mengajak pengurus PGLII membangun kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan. Ia menekankan pentingnya menjalankan amanah organisasi secara sungguh-sungguh dan bertanggung jawab, termasuk merumuskan program kerja yang jelas dan terukur.
“Rakerwil ini harus menjadi momentum untuk merumuskan program kerja yang konkret dan dapat dilaksanakan,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar perencanaan program disusun secara realistis dan dapat diimplementasikan. Program yang baik, menurutnya, bukan hanya terlihat ideal dalam konsep, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Jangan menyusun program yang terlalu tinggi hingga sulit diwujudkan. Perencanaan harus realistis dan memberi dampak nyata,” tambahnya. (rls)