BATAM : SERANTAU MEDIA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam memastikan seluruh calon murid yang mendaftar melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri tahun ajaran 2026/2027 telah tertampung di sekolah negeri.
Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan daya tampung sekolah negeri masih mencukupi karena jumlah pendaftar berada di bawah kapasitas yang tersedia.
"Untuk SD negeri daya tampung mencapai 16.044 siswa, sedangkan pendaftar sekitar 11 ribu siswa. Sementara daya tampung SMP negeri sebanyak 16.803 siswa dengan jumlah pendaftar sekitar 14 ribu siswa," kata Hendri di Batam, Kamis (9/7/2026).
Menurut Hendri, pelaksanaan SPMB berlangsung sejak 8 Juni hingga proses daftar ulang yang berakhir pada 29 Juni 2026. Selama pelaksanaan, kendala utama yang dihadapi berkaitan dengan administrasi kependudukan, terutama kartu keluarga (KK) yang belum memenuhi syarat masa domisili minimal satu tahun sehingga tidak dapat diterima melalui jalur domisili.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdik Batam menggelar rapat pleno bersama Ombudsman Kepri, Komisi IV DPRD Kota Batam, Dewan Pendidikan, dan Polresta Barelang. Hasil rapat memutuskan pemberian diskresi kepada 3.871 calon murid SD dan SMP yang sebelumnya belum tertampung.
"Hasil rapat kami tuangkan dalam berita acara. Sebanyak 3.871 anak memperoleh diskresi untuk kemudian kami distribusikan ke sekolah-sekolah negeri yang masih memiliki daya tampung," ujarnya sepeti dikutip dari antara.
Ia menjelaskan, seluruh peserta didik yang memperoleh diskresi ditempatkan di sekolah negeri terdekat yang masih memiliki kuota. Apabila sekolah tujuan sudah penuh, calon murid dialihkan ke sekolah negeri lain yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal.
Hendri menegaskan seluruh proses distribusi dilakukan ke sekolah negeri tanpa mengalihkan siswa ke sekolah swasta karena kapasitas sekolah negeri di Batam masih mencukupi.
"Kami berharap tidak ada anak yang tidak bersekolah. Seluruh pendaftar telah kami fasilitasi di sekolah negeri," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Batam sekaligus Ketua SPMB, Yusal, mengatakan jumlah pendaftar tahun ini lebih rendah dibandingkan perkiraan. Dari sekitar 23 ribu lulusan SD pada 2026, jumlah pendaftar SMP negeri tidak mencapai kapasitas yang tersedia.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh menurunnya jumlah anak usia sekolah dasar di Batam serta meningkatnya minat masyarakat menyekolahkan anak ke sekolah swasta.
"Banyak orang tua yang sejak awal memilih langsung mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta tanpa mengikuti proses SPMB di sekolah negeri," kata Yusal. (Ant/red)