BINTAN : SERANTAU MEDIA – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau menjajaki kerja sama dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia industri.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Kepri, Suhono, mengatakan penjajakan kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan kualitas lulusan SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja.
"Kami menangkap berbagai peluang kerja sama industri guna mendukung terwujudnya lulusan SMK yang siap memasuki dunia kerja," kata Suhono di Tanjungpinang, Selasa.
Menurutnya, sejumlah peluang kolaborasi yang tengah dibahas meliputi penyelarasan kurikulum, program Praktik Kerja Lapangan (PKL), peningkatan kompetensi guru, hingga penyerapan lulusan SMK oleh perusahaan yang beroperasi di kawasan industri tersebut.
Suhono menegaskan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) menjadi langkah penting untuk memastikan kompetensi lulusan SMK selaras dengan kebutuhan pasar kerja.
"Kami ingin memastikan SMK di Kepri tidak berjalan sendiri. Dunia industri harus menjadi mitra strategis sekolah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing," ujarnya.
Sebagai bagian dari penjajakan kerja sama, Disdik Kepri bersama sejumlah kepala SMK di Pulau Bintan melakukan kunjungan ke KEK Galang Batang pada Senin (8/6). Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah fasilitas industri, termasuk pelabuhan dan dermaga logistik yang menjadi pusat aktivitas ekonomi kawasan.
Dari hasil peninjauan, pihak sekolah memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan tenaga kerja di sektor industri, logistik, maritim, permesinan, hingga kelistrikan yang selama ini menjadi kompetensi unggulan sejumlah SMK di Kepri.
"Kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri. Pengalaman lapangan ini penting untuk menyesuaikan program pembelajaran dengan perkembangan industri yang terus bergerak dinamis," kata Suhono.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap kebutuhan riil industri akan membuat proses pembelajaran di SMK lebih relevan sehingga lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.
Disdik Kepri berharap sinergi dengan KEK Galang Batang dapat menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan SMK yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Saat ini KEK Galang Batang diproyeksikan mampu menyerap sekitar 23.200 tenaga kerja dengan nilai investasi pembangunan mencapai Rp36,25 triliun hingga 2027. (Ant/red)