• Sun, Jul 2026

HIMAFIS Universitas Awal Bros Ikuti Bakti Sosial dan Seminar Penguatan Layanan Fisioterapi di Dumai

HIMAFIS Universitas Awal Bros Ikuti Bakti Sosial dan Seminar Penguatan Layanan Fisioterapi di Dumai


DUMAI  : SERANTAU MEDIA – Himpunan Mahasiswa Fisioterapi (HIMAFIS) Universitas Awal Bros berpartisipasi dalam kegiatan Bakti Sosial dan Seminar Penguatan Layanan Fisioterapi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Sumatra yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kota Dumai, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat peran fisioterapi dalam pelayanan kesehatan primer sekaligus meningkatkan sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, pemerintah, BPJS Kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Seminar dihadiri Ketua Pengurus Daerah Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Provinsi Riau, Wakil Ketua Pengurus Daerah IFI Riau, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IFI, Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, serta perwakilan BPJS Kesehatan yang menyampaikan materi mengenai penguatan layanan fisioterapi di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga diberikan Universitas Awal Bros melalui kehadiran Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Agus Salim, S.Kep., M.Si., Ketua Program Studi Sarjana dan Profesi Fisioterapi Alfitri Yana Yunita, SST.Ft., M.Fis., serta Sekretaris Program Studi Sherly Mutiara, S.ST., M.Kes.

Selain seminar, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan akses layanan fisioterapi. Peserta berasal dari berbagai daerah di Pulau Sumatra.

Ketua HIMAFIS Universitas Awal Bros, Fauzan Agus Santoso, yang juga bertindak sebagai pembawa acara, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman, memperluas jejaring profesional, serta meningkatkan kompetensi di bidang fisioterapi.

Melalui kegiatan ini, HIMAFIS Universitas Awal Bros berharap kolaborasi antara akademisi, organisasi profesi, pemerintah, dan fasilitas pelayanan kesehatan semakin kuat sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas layanan fisioterapi yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (rls)