JAKARTA : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Indonesia dan Singapura menyepakati penguatan enam bidang kerja sama ekonomi dalam pertemuan The 16th Indonesia-Singapore Six Bilateral Economic Working Groups Ministerial Meeting (6WG MM) di Jakarta, Selasa (9/6).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan salah satu kesepakatan utama adalah penguatan kerja sama investasi di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), yang mencatat nilai investasi sebesar US$5,7 miliar pada 2025 atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, pemerintah juga akan memperluas kawasan Batam Free Trade Zone (FTZ) dari delapan pulau menjadi 22 pulau. Pengembangan kawasan digital di Nongsa Digital Park serta perluasan Kendal Industrial Park seluas 1.000 hektare dengan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga menjadi bagian dari kerja sama kedua negara.
"Batam Free Trade Zone akan diperluas dan Kendal Industrial Park akan ditambah sekitar 1.000 hektare dengan status Special Economic Zone," kata Airlangga dalam konferensi pers.
Di sektor energi hijau, Indonesia dan Singapura melanjutkan pengembangan proyek energi terbarukan berkapasitas 200 megawatt di Sulawesi Tengah serta kawasan Batam, Bintan, dan Karimun.
Kerja sama juga diperkuat di bidang pengembangan sumber daya manusia melalui program pertukaran generasi muda dan talenta digital antara Indonesia dan Singapura. Program tersebut merupakan pengembangan dari Tech X dan Youth Mobility Program untuk mendukung ekonomi digital kedua negara.
Pada sektor transportasi, maskapai asal Singapura kini melayani penerbangan ke 17 kota di Indonesia, termasuk pembukaan rute baru menuju Belitung dan Pontianak oleh Scoot. Pemerintah juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Garuda Indonesia dan Singapore Airlines.
Di bidang agribisnis, sebanyak 13 pemuda Indonesia saat ini mengikuti pelatihan di Singapura dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern, seperti Internet of Things (IoT) dan drone.
Sementara pada sektor pariwisata, Airlangga menyebut mobilitas wisatawan antara kedua negara terus meningkat. Setiap tahun sekitar 2,44 juta warga Indonesia berkunjung ke Singapura, sedangkan sekitar 1,5 juta warga Singapura berwisata ke Indonesia.
"Kami berharap kerja sama ini terus meningkat, termasuk untuk kegiatan MICE dan pengembangan destinasi wisata seperti Labuan Bajo," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, menegaskan komitmen negaranya untuk terus menjadi mitra strategis Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurutnya, investasi Singapura ke Indonesia tetap kuat pada 2025 dengan nilai investasi langsung asing (FDI) mencapai sekitar US$17,4 miliar.
"Singapura tetap berkomitmen menjadi mitra yang bernilai dan berkelanjutan bagi Indonesia," kata Gan Kim Yong.***