TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengalokasikan anggaran Rp15,9 miliar untuk merenovasi Masjid Raya Nur Ilahi atau Masjid Raya Dompak di Kota Tanjungpinang pada APBD 2026.
Renovasi masjid yang berada di kawasan pusat pemerintahan Provinsi Kepri tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026. Pekerjaan difokuskan pada perbaikan fisik sekaligus penyegaran tampilan bangunan agar lebih mencerminkan identitas budaya Melayu.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Mufti Saily, mengatakan pekerjaan renovasi berlangsung sekitar enam bulan dan saat ini sudah dimulai.
“Waktu pelaksanaannya sekitar enam bulan. Desember 2026 ditargetkan selesai,” kata Mufti di Tanjungpinang, Rabu.
Sejumlah bagian yang masuk dalam pekerjaan renovasi antara lain pengecatan bangunan utama, penggantian kubah, pemasangan ornamen kuningan berupa kaligrafi, serta penggantian pintu masjid.
Tampilan bangunan utama yang sebelumnya didominasi warna biru dengan ornamen putih akan diubah menjadi warna kuning dan hijau. Pemilihan warna tersebut disesuaikan dengan karakter dan identitas Melayu yang kuat di Kepulauan Riau.
“Warna cat masjid diganti biar lebih segar dan bernuansa Melayu,” ujarnya.
Di lokasi, perancah atau scaffolding telah dipasang mengelilingi bangunan utama untuk mendukung proses pekerjaan. Sejumlah pekerja juga terlihat melakukan perbaikan pada bagian dinding dan area sekitar kubah.
Namun, renovasi kali ini belum mencakup seluruh bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Mufti mengatakan keterbatasan anggaran membuat sejumlah bagian harus ditunda.
Bagian yang belum masuk pekerjaan antara lain aula di lantai bawah, basement, serta lift yang menjadi akses menuju bagian atas menara.
Masjid Raya Nur Ilahi berdiri di Pulau Dompak, kawasan yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Kepri. Karena lokasinya tersebut, masjid ini lebih dikenal masyarakat sebagai Masjid Raya Dompak.
Masjid tersebut mulai digunakan pada 2013 setelah diresmikan oleh Gubernur Kepri saat itu, Muhammad Sani. Masjid Raya Nur Ilahi kemudian berkembang menjadi salah satu ikon religi di kawasan pemerintahan provinsi sekaligus salah satu daya tarik wisata religi di Tanjungpinang.
Masjid ini berada di kawasan perbukitan Pulau Dompak dan memiliki posisi strategis di sekitar kompleks pemerintahan Provinsi Kepri. Keberadaannya juga semakin mudah diakses setelah pembangunan Jembatan I Dompak yang menghubungkan kawasan tersebut dengan daratan Tanjungpinang.
Pada 2026, Masjid Raya Nur Ilahi telah memasuki milad ke-13, menandai lebih dari satu dekade keberadaannya sebagai pusat kegiatan keagamaan di kawasan ibu kota Provinsi Kepri. Selain salat berjamaah, masjid tersebut juga menjadi lokasi berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.(ant/red)