BATAM : SERANTAU MEDIA - Di tengah lalu lintas kendaraan yang bersiap menyeberang dari Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Senin siang itu, sebuah truk pick-up tampak biasa saja. Baknya kosong, tak ada tanda-tanda mencurigakan. Namun, justru dari kesan “biasa” itulah petugas Bea Cukai Batam mulai menaruh curiga.
Sekitar pukul 12.45 WIB, saat pemeriksaan rutin menjelang keberangkatan kapal KMP Lome menuju Pelabuhan Mengkapan, petugas menghentikan kendaraan tersebut. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan, pemeriksaan dilakukan lebih teliti. Kecurigaan petugas tak datang tanpa alasan—ada sesuatu yang terasa janggal.
Benar saja. Setelah dilakukan penggeledahan mendalam dengan disaksikan sang sopir, rahasia di balik dinding bak truk akhirnya terbuka. Sebuah kompartemen tersembunyi—dirancang rapi dan nyaris tak terlihat—menjadi tempat persembunyian ratusan telepon genggam ilegal.
“Modus seperti ini menunjukkan adanya upaya yang terencana untuk menghindari pengawasan,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo.
Dari ruang sempit itu, petugas mengeluarkan satu per satu barang selundupan. Totalnya mencapai 337 unit ponsel dari berbagai merek. Rinciannya mencakup 167 unit iPhone 14, 100 unit iPhone 15, 20 unit iPhone 17 Pro Max, serta 50 unit Samsung Galaxy A57 5G—semuanya tanpa dokumen kepabeanan yang sah.
Nilai barang tersebut ditaksir mencapai Rp3,76 miliar, dengan potensi kerugian negara sekitar Rp414 juta.
Seluruh barang bukti bersama kendaraan langsung diamankan dan dibawa ke kantor Bea Cukai Batam untuk proses lebih lanjut. Sementara itu, Unit K-9 turut dikerahkan guna memastikan tidak ada indikasi penyelundupan narkotika. Hasilnya, nihil—tidak ditemukan zat terlarang dalam pemeriksaan tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang upaya penyelundupan melalui jalur penyeberangan yang kerap memanfaatkan celah pengawasan. Aparat menilai, pola penyembunyian dengan kompartemen rahasia menjadi salah satu modus yang terus berulang.
Bea Cukai Batam pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal, termasuk membawa atau memperdagangkan barang tanpa dokumen resmi. Pengawasan akan terus diperketat, terutama di jalur-jalur rawan penyelundupan.
“Upaya ini penting untuk menjaga iklim perdagangan tetap adil dan melindungi masyarakat,” tegas Agung.
Di balik ketelitian petugas siang itu, ratusan ponsel ilegal gagal beredar. Sebuah pengingat bahwa di balik aktivitas pelabuhan yang tampak biasa, selalu ada pengawasan yang bekerja tanpa henti. (Sumber: antara)