BATAM, SERANTAU MEDIA – Polda Kepulauan Riau mencatat 149 kasus kejahatan selama pelaksanaan Operasi Lilin Seligi 2025, yang digelar untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Kepri. Dari jumlah tersebut, 143 kasus merupakan kejahatan konvensional dan enam kasus kejahatan transnasional.
Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan seluruh kasus yang terjadi selama operasi ditangani secara cepat melalui koordinasi lintas satuan dan langkah preventif di wilayah rawan.
“Setiap laporan langsung ditindaklanjuti dan ditangani secara terukur,” ujarnya, Minggu (5/1/2026) seperti dikutip dari laman RRI.
Selain kejahatan, aparat juga menangani 15 gangguan kamtibmas dan dua kejadian bencana. Di sektor lalu lintas, Satgas Kamseltibcarlantas mencatat 63 kecelakaan lalu lintas dengan total kerugian material mencapai Rp161,35 juta. Rekayasa arus lalu lintas diterapkan di sejumlah ruas padat untuk menekan risiko kecelakaan.
Pengamanan juga difokuskan pada Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), dan Pos Terpadu, termasuk di jalur transportasi, rumah ibadah, pusat perbelanjaan, dan kawasan wisata. Polda Kepri memastikan rangkaian ibadah Natal dan pergantian tahun berjalan aman dan kondusif.
Selama masa libur Nataru, mobilitas masyarakat terpantau tinggi. Data mencatat 64.975 penumpang berangkat dan 65.619 penumpang tiba melalui bandara. Sementara pergerakan penumpang melalui pelabuhan mencapai 396.352 orang berangkat dan 389.711 orang tiba, seluruhnya dikendalikan melalui sistem pengamanan terpadu.
Polda Kepri juga memperketat pengawasan jalur darat, laut, dan udara, serta meningkatkan patroli preventif di lokasi rawan dan objek vital. Selain itu, pengawasan distribusi bahan pokok dan BBM turut dilakukan untuk menjaga stabilitas selama Operasi Lilin Seligi 2025.***