• Mon, Jun 2026

Natuna Revitalisasi Tujuh SMP, Kucurkan Rp3,8 Miliar untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Natuna Revitalisasi Tujuh SMP, Kucurkan Rp3,8 Miliar untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan


NATUNA : SERANTAU MEDIA — Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, merevitalisasi tujuh sekolah menengah pertama (SMP) dengan anggaran sekitar Rp3,8 miliar guna meningkatkan kualitas sarana pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna, Umar Wirahadi Kusuma, mengatakan tujuh sekolah yang menerima program revitalisasi terdiri atas enam SMP negeri dan satu SMP swasta. Saat ini, proses pengerjaan di seluruh sekolah penerima bantuan masih berlangsung.

“Pengerjaan tengah berjalan, anggarannya sekitar Rp3,8 miliar,” kata Umar di Natuna, Minggu, (7/6/2026).

Adapun sekolah yang mendapat program revitalisasi yakni SMP Negeri 1 Midai, SMP Negeri 1 Pulau Laut, SMP Negeri 1 Pulau Panjang, SMP Negeri 1 Pulau Seluan, SMP Negeri 1 Serasan Timur, SMP Negeri 2 Bunguran Timur Laut, serta SMP Nurul Jannah Bandarsyah.

Umar menjelaskan, program tersebut didanai melalui anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Bantuan diberikan setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna mengajukan usulan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) kepada pemerintah pusat.

Menurut dia, usulan revitalisasi sebenarnya diajukan untuk seluruh SMP yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana, baik negeri maupun swasta.

“Kita usulkan semua. SMP negeri ada 25 unit, swasta ada tiga unit. Saat ini yang disetujui ada enam unit negeri dan satu swasta yakni SMP Nurul Jannah Bandarsyah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2S) di masing-masing sekolah agar pekerjaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Pemkab Natuna berharap program revitalisasi tersebut mampu meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah itu.(ant/red)