• Sun, Aug 2025

Natuna Surplus Listrik Dua Mega, Bisa Dimanfaatkan Untuk Kegiatan Usaha

Natuna Surplus Listrik Dua Mega, Bisa Dimanfaatkan Untuk Kegiatan Usaha


RANAI, SERANTAU MEDIA - Kabupaten Natuna kini memiliki surplus listrik sebesar 2 Mega Watt (MW) yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan Geopark Natuna dan sektor usaha lainnya. 

Hal ini disampaikan oleh Manajer ULP PLN Natuna, Rafki Candra, dalam rapat bersama pengelola Geopark Natuna belum lama ini. Menurut Rafki, surplus listrik tersebut memberikan peluang besar bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan berbagai kegiatan produktif di wilayah Natuna.

“Dengan adanya kelebihan daya 2 Mega, ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Rafki menambahkan, ketersediaan listrik yang cukup menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan berbagai sektor usaha, mulai dari industri kecil, pariwisata, hingga usaha kreatif. Rafki menegaskan PLN siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan daya tambahan.

“PLN berkomitmen memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Surplus ini juga merupakan peluang untuk mempercepat pembangunan daerah,” kata Rafki.

Selain itu, sektor UMKM juga diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka. Mulai dari pengolahan hasil laut, kuliner, hingga kerajinan lokal dapat lebih berkembang dengan dukungan pasokan listrik yang memadai.

Rafki menegaskan, PLN Natuna akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pengelola geopark agar pemanfaatan listrik dapat tepat sasaran. Dengan demikian, surplus daya tidak hanya menjadi angka, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Sinergi ini penting agar pengembangan Geopark Natuna bisa berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambah Rafki.

Dengan ketersediaan surplus listrik 2 Mega Watt, diharapkan Natuna semakin siap menjadi daerah yang tidak hanya kaya akan potensi wisata alam, tetapi juga memiliki daya dukung infrastruktur energi yang mumpuni untuk pembangunan jangka panjang.***