BANGKO, SERANTAU MEDIA– Abdul Aziz (43) tak pernah menyangka aktivitas mencari ikan di Sungai Manosib, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, menjadi perjuangan terakhir dalam hidupnya. Nelayan asal Dusun Harapan Jadi itu mengembuskan napas terakhir pada Rabu (8/7/2026) setelah dua hari menjalani perawatan intensif akibat serangan buaya.
Bagi Abdul Aziz, sungai bukan sekadar hamparan air. Di sanalah ia setiap hari mencari nafkah untuk keluarga. Namun pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, rutinitas itu berubah menjadi petaka.
Saat memasang bubu ikan di perairan yang hanya sedalam pinggang orang dewasa, seekor buaya tiba-tiba menerkam dan menyeret tubuhnya ke bagian sungai yang lebih dalam. Dalam kondisi penuh kepanikan, Abdul Aziz berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari gigitan predator tersebut sambil berteriak meminta pertolongan.
Jeritan itu didengar warga yang berada tidak jauh dari lokasi. Tanpa memikirkan keselamatan diri, mereka bergegas menuju tepi sungai dan berupaya mengusir buaya menggunakan peralatan seadanya. Setelah beberapa saat, buaya akhirnya melepaskan korban dan kembali ke tengah aliran sungai.
Abdul Aziz berhasil diselamatkan, namun mengalami luka robek serius di bagian punggung serta patah tulang. Warga kemudian mengevakuasinya ke RS Awal Bros Bagan Batu untuk mendapatkan penanganan medis. Meski sempat bertahan selama dua hari, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kabar duka itu disampaikan adik kandung almarhum, Fendi, pada Jumat (10/7/2026). Dengan suara bergetar, ia meminta doa sekaligus memohon maaf atas segala kesalahan sang kakak semasa hidup.
"Abang saya, Abdul Aziz, telah meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Awal Bros Bagan Batu. Mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum," ujar Fendi.
Keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah membantu mengevakuasi korban dari serangan buaya, serta kepada tenaga medis yang telah berupaya memberikan penanganan terbaik.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya potensi konflik antara manusia dan satwa liar di sejumlah perairan Rokan Hilir. Kepolisian bersama pemerintah setempat pun mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk lebih waspada saat beraktivitas di Sungai Rokan dan anak-anak sungainya.
"Kami mengimbau para nelayan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai. Perhatikan kondisi sekitar sebelum turun ke air karena kawasan ini memang merupakan habitat buaya," kata Kasi Humas Polres Rokan Hilir, Ipda Didi Sofyan.
Bagi keluarga Abdul Aziz, kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam. Sosok pekerja keras yang setiap hari menggantungkan hidup dari sungai itu kini telah tiada, sementara kisah perjuangannya melawan ganasnya alam menjadi pengingat bahwa mencari nafkah terkadang juga berarti mempertaruhkan nyawa. (MCR/red)