JAKARTA : SERANTAU MEDIA – Pemerintah mengerahkan 40 armada udara untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Riau menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian khusus setelah luas lahan terbakar sepanjang 2026 mencapai lebih dari 15 ribu hektare.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menekan kebakaran yang diperkirakan meningkat pada puncak musim kemarau.
“Pemerintah all out tangani karhutla. Kementerian Kehutanan terus memperkuat sinergi dengan BNPB dan BMKG dalam mencegah karhutla. Salah satunya melalui kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca,” kata Raja Juli dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).
Sebanyak 40 armada udara yang dikerahkan terdiri atas pesawat patroli, helikopter water bombing, serta pesawat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Raja Juli menyebut, khusus di enam provinsi prioritas penanganan karhutla, pemerintah menyiagakan 36 armada udara yang terdiri dari 12 armada patroli udara, 21 helikopter water bombing, dan tiga pesawat OMC.
Enam provinsi tersebut meliputi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pemerintah memperkuat penanganan di wilayah tersebut karena risiko karhutla diperkirakan meningkat pada Agustus hingga September 2026.
Menurut Raja Juli, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga mengingat dampak kebakaran dapat meluas terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi.
Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari rapat koordinasi lintas lembaga hingga rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Apel kesiapsiagaan karhutla juga digelar di sejumlah daerah rawan, termasuk Riau, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.
Karhutla Riau Capai 15.738 Hektare
Sementara itu, kondisi karhutla di Riau masih menjadi perhatian serius. Data Kementerian Kehutanan mencatat luas kebakaran hutan dan lahan di Riau sepanjang Januari hingga Juli 2026 telah mencapai 15.738,9 hektare.
Sebagian besar kebakaran terjadi di ekosistem gambut dengan luas mencapai sekitar 14.423,5 hektare, sedangkan kebakaran di lahan mineral tercatat sekitar 1.315,5 hektare.
Sebelumnya, data BNPB hingga 9 Agustus 2026 mencatat luas lahan terbakar di Riau mencapai sekitar 15.608 hektare, menempatkan Riau sebagai salah satu provinsi dengan eskalasi karhutla tertinggi secara nasional. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar.
Pemerintah pusat dan daerah kini terus memperkuat operasi pemadaman darat dan udara, termasuk penggunaan helikopter water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca, guna mencegah api meluas selama periode puncak musim kemarau. (REI/red)