• Tue, May 2026

Pemko Batam Prioritaskan Siswa Hinterland dalam Program Beasiswa Kuliah

Pemko Batam Prioritaskan Siswa Hinterland dalam Program Beasiswa Kuliah


BATAM : SERANTAU MEDIA — Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, memperluas program beasiswa pendidikan tinggi dengan memprioritaskan siswa berprestasi, pelajar kurang mampu, serta siswa dari wilayah hinterland atau pulau penyangga.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan program tersebut disiapkan untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing dan mendukung perkembangan industri di Batam.

“Batam membutuhkan tenaga berpendidikan dan anak-anak yang siap bersaing. Mudah-mudahan melalui program ini lahir generasi terbaik untuk daerah,” kata Amsakar saat sosialisasi program beasiswa di Batam, Senin.

Menurut dia, Pemkot Batam kini menghadirkan skema baru dengan memperluas sasaran penerima beasiswa yang sebelumnya hanya difokuskan bagi siswa berprestasi.

“Kami prioritaskan anak-anak hinterland dan keluarga tidak mampu agar mereka juga memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Kepala Bagian Kerja Sama Setdako Batam, John Hendri, mengatakan program tersebut dirancang untuk mendukung pemerataan akses pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di daerah.

“Sekarang jangkauannya diperluas menjadi beasiswa bagi siswa berprestasi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), siswa kurang mampu jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan siswa hinterland melalui kerja sama perguruan tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan program studi prioritas difokuskan pada bidang rekayasa yang sesuai dengan kebutuhan industri di Batam, seperti jurusan perkapalan yang mendukung sektor galangan kapal.

Menurut John, rincian jurusan penerima beasiswa tercantum dalam Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 134 Tahun 2026.

Untuk kategori penerima, siswa berprestasi akan mendapatkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), sedangkan siswa kurang mampu dan hinterland memperoleh bantuan UKT sekaligus biaya pendidikan lainnya.

Adapun perguruan tinggi mitra program beasiswa tersebut meliputi Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Diponegoro.

Pemkot Batam juga menambah kerja sama dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Politeknik Negeri Batam sehingga total kampus mitra menjadi sembilan perguruan tinggi.

“Untuk kategori kurang mampu tersedia di Poli Batam dan UMRAH, sedangkan penerima dari hinterland tersedia di Poli Batam dan ITS,” ujar John.

Saat ini sekitar 100 mahasiswa telah menerima bantuan melalui program tersebut dan jumlah penerima diperkirakan meningkat hingga sekitar 200 orang setelah penambahan kampus mitra baru. (Ant/red)