PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Proses pemulangan jemaah haji Provinsi Riau Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi berakhir dengan kedatangan Kelompok Terbang (Kloter) BTH-18 melalui Debarkasi Batam. Sebanyak 4.681 jemaah dan petugas haji yang tergabung dalam 10 kloter penuh serta satu kloter gabungan bersama Kalimantan Barat telah kembali ke Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan Kloter BTH-18 menjadi kloter terakhir yang menutup rangkaian pemulangan jemaah haji asal Riau tahun ini.
“Alhamdulillah, secara umum penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar dan sebagian besar jemaah telah kembali ke daerah masing-masing dalam kondisi sehat,” kata Defizon.
Meski demikian, masih terdapat enam jemaah asal Riau yang berada di Arab Saudi karena mengalami penundaan keberangkatan saat fase pemberangkatan ke Tanah Suci. Kepulangan mereka akan disesuaikan dengan jadwal kloter masing-masing.
Menurut Defizon, beberapa jemaah sempat menjalani perawatan di rumah sakit embarkasi, sementara lainnya tertunda karena mendampingi pasangan, termasuk jemaah yang ditinggal wafat oleh suaminya.
Enam jemaah tersebut terdiri atas satu jemaah asal Kloter BTH-18 yang masih menjalani perawatan di Madinah dan satu orang pendamping, masing-masing satu jemaah dari Kloter BTH-20 dan BTH-25, serta dua jemaah dari Kloter BTH-21.
Selain itu, Defizon mengungkapkan sebanyak 12 jemaah haji asal Riau meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Rinciannya, satu jemaah wafat di Madinah sebelum puncak haji, enam jemaah wafat di Makkah—tiga sebelum dan tiga setelah puncak ibadah haji—serta empat jemaah meninggal di Batam, masing-masing dua orang pada fase keberangkatan dan dua orang pada fase pemulangan. Satu jemaah lainnya meninggal dunia di daerah.
Defizon memastikan seluruh jemaah yang wafat akan memperoleh hak-haknya sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah juga terus memberikan pendampingan kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga jemaah yang wafat. Semoga seluruh amal ibadah mereka diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya. (rri/red)