• Mon, Jun 2026

Plt Gubernur Riau Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Gratifikasi dan Kecurangan dalam SPMB

Plt Gubernur Riau Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Gratifikasi dan Kecurangan dalam SPMB


PEKANBARU : SERANTAU MEDIA  – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan tidak akan mentoleransi praktik gratifikasi maupun kecurangan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027.

Peringatan tersebut ditujukan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia SPMB agar menjalankan proses penerimaan siswa baru secara jujur, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan coba-coba menerima bingkisan atau gratifikasi. Jika terbukti, akan kami berikan sanksi. Semua kepala sekolah tanpa terkecuali,” tegas SF Hariyanto, Senin (15/6/2026).

Ia menekankan tidak boleh ada praktik titipan, manipulasi data, maupun upaya meloloskan calon murid melalui jalur yang bertentangan dengan aturan.

Menurutnya, seluruh proses seleksi harus berjalan objektif dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap calon peserta didik.

SF Hariyanto juga mengimbau para orang tua agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan atau penerimaan di sekolah tertentu dengan imbalan uang maupun fasilitas lainnya.

“Jangan percaya kepada orang yang mengaku bisa membantu meluluskan atau memasukkan anak ke sekolah tertentu. Jika memenuhi syarat dan mengikuti aturan, tentu akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan bersih, Pemerintah Provinsi Riau akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap seluruh tahapan penerimaan murid baru.

“Kami ingin SPMB berjalan transparan, objektif, dan adil. Jika ditemukan kecurangan, tentu akan ada sanksi sesuai aturan,” katanya.

Selain itu, SF Hariyanto menegaskan Pemprov Riau juga terus mendukung peran sekolah swasta dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Menurutnya, baik sekolah negeri maupun swasta memiliki peran penting dalam memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh layanan pendidikan yang layak.

“Kami mendukung sekolah negeri dan sekolah swasta. Yang terpenting, seluruh proses penerimaan siswa harus berjalan sesuai aturan dan bebas dari pelanggaran,” tegasnya.

Pemprov Riau memastikan akan menindak setiap bentuk penyimpangan dalam pelaksanaan SPMB guna menjaga kepercayaan masyarakat dan menjamin proses penerimaan murid baru berlangsung secara adil. (mcr/red)