• Sun, Apr 2026

Stok Minyakita di Tanjungpinang Tersisa 3.600 Liter, Diprediksi Habis Akhir April

Stok Minyakita di Tanjungpinang Tersisa 3.600 Liter, Diprediksi Habis Akhir April

Keterbatasan stok Minyakita terjadi akibat belum adanya pasokan baru dari produsen sejak Maret 2026.


TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mencatat stok minyak goreng bersubsidi Minyakita tersisa sekitar 3.600 liter dan diperkirakan hanya cukup hingga akhir April 2026.

Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan keterbatasan stok terjadi akibat belum adanya pasokan baru dari produsen sejak Maret 2026.

“Stok Minyakita memang terbatas dan diperkirakan hanya bertahan sampai akhir bulan ini,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026) seperti dikutip dari laman antara.

Bulog tetap menyalurkan stok yang ada melalui mitra Rumah Pangan Kita (RPK) sebelum dijual ke masyarakat dengan harga terjangkau. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan produsen di Batam, Pekanbaru, dan Medan untuk pengadaan tambahan.

Namun hingga kini, belum ada kepastian jadwal pengiriman pasokan baru ke Tanjungpinang.

Arief menyebut kondisi terbatasnya Minyakita tidak hanya terjadi di daerah, tetapi juga secara nasional. Menurutnya, produsen saat ini memprioritaskan distribusi bantuan pangan pemerintah, di mana setiap penerima mendapat empat liter Minyakita dan 20 kilogram beras untuk dua bulan.

Selain itu, faktor global turut mempengaruhi produksi, termasuk kenaikan harga bahan baku kemasan plastik dan pembatasan ekspor minyak goreng.

“Biaya operasional produsen meningkat sehingga berdampak pada produksi Minyakita,” katanya.

Bulog mengimbau masyarakat menggunakan alternatif minyak goreng lain sementara waktu hingga distribusi kembali normal. Kebutuhan Minyakita di wilayah Tanjungpinang-Bintan diperkirakan mencapai 100 ribu liter per bulan. (Ant/red)