• Thu, Apr 2026

Tiga Mako Zona Bakamla Diresmikan, Batam Jadi Pusat Terbesar

Tiga Mako Zona Bakamla Diresmikan, Batam Jadi Pusat Terbesar

Peresmian tiga mako zona Bakamla secara serentak di Kota Batam oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah (ketiga dari kiri) di Kota Batam, Kepri.


BATAM : SERANTAU MEDIA – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) meresmikan tiga Markas Komando (Mako) Zona secara serentak untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di perairan nasional.

Peresmian dilakukan untuk Zona Barat di Batam, Zona Tengah di Manado, dan Zona Timur di Ambon. Kepala Bakamla Laksdya TNI Irvansyah hadir langsung di Batam, Kepulauan Riau, Kamis.

Irvansyah mengatakan pembentukan tiga zona tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pengamanan wilayah laut Indonesia yang luas. 

“Kami harapkan pusat komando dan pengendalian dapat segera berfungsi optimal sehingga pengamanan wilayah barat, tengah, dan timur berjalan maksimal,” ujarnya seperti dikutip dari antara. 

Mako Zona Barat yang berlokasi di Desa Setokok, Kecamatan Bulang, Batam, menjadi yang terbesar dengan luas sekitar 16,8 hektare. Fasilitasnya meliputi dermaga, gedung komando, kantor syahbandar, pusat komando dan pengendalian (Puskodal), gedung serbaguna, klinik, rumah dinas, hingga rumah susun.

Sementara itu, Mako Zona Tengah dibangun di Desa Kalasey I, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, di atas lahan seluas 7 hektare. Fasilitasnya mencakup Gedung Mako John Lie dan Pos Bakamla Banjarmasin.

Adapun Mako Zona Timur berada di Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, dengan luas 0,5 hektare, dilengkapi Gedung Mako Martha Cristina Tiahahu.

Selain untuk kepentingan operasional, Irvansyah menyebut pembangunan fasilitas tersebut diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk rencana penyediaan layanan klinik.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menilai kehadiran Bakamla di Kepri sangat strategis mengingat wilayah tersebut didominasi perairan.

“Kepri merupakan pintu gerbang Indonesia di bagian utara dan barat dengan potensi ekonomi besar, namun juga memiliki tantangan seperti penyelundupan dan pelanggaran maritim,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Bakamla berperan penting sebagai pusat koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan laut.

Dengan beroperasinya tiga zona tersebut, sistem keamanan laut Indonesia diharapkan semakin terintegrasi dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan wilayah perairan secara berkelanjutan.