• Thu, Jan 2026

Tingkatkan Layanan Angkutan Logistik, Dua Kapal Roro Akan Layani Natuna di 2026

Tingkatkan Layanan Angkutan Logistik, Dua Kapal Roro Akan Layani Natuna di 2026

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau, Dini Kusumahati Damarintan (Sumber Foto: Diskominfo Kepri)


NATUNA, SERANTAU MEDIA - Masyarakat Natuna akan mendapatkan peningkatan layanan angkutan logistik melalui program Tol Laut pada tahun 2026. Pemerintah menyiapkan dua kapal untuk melayani jalur distribusi barang ke Natuna, yaitu kapal Roro trayek KMP Bahtera Nusantara (BN)-01 dan BN-03. 

Kehadiran dua kapal ini diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok dan logistik ke wilayah kepulauan tersebut.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau, Dini Kusumahati Damarintan, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 layanan Tol Laut ke Natuna masih menggunakan kapal BN-01. 

Namun, mulai 2026 akan ditambah dengan kapal BN-03 yang akan beroperasi secara terintegrasi untuk menunjang kelancaran arus distribusi barang ke wilayah perbatasan.
Advertisement

Skema layanan pada 2026 tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas jalur logistik Tol Laut, di mana BN-01 akan fokus pada rute distribusi di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. 

Sementara itu, BN-03 akan diperkuat untuk melayani lintas antarpulau dan antardaerah termasuk rute Sintete, sehingga kapasitas distribusi semakin optimal dan merata.

Selain itu, Pelabuhan Penagi di Natuna akan ditetapkan sebagai pusat hub pertemuan kedua kapal tersebut. Dengan adanya hub ini, distribusi barang dapat dilakukan lebih cepat dan efisien karena kapal BN-01 dan BN-03 akan saling terhubung di satu titik layanan.

“Di 2025 layanan masih BN-01, tetapi di 2026 menjadi dua kapal, yaitu BN-01 dan BN-03. Nantinya, integrasi kedua kapal ini akan bertemu di Penagi,” ujar Dini, Minggu (16/11/2025).

Pemerintah berharap layanan dua kapal Tol Laut tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat Natuna terhadap akses logistik yang lebih mudah dan stabil. 

Dengan peningkatan layanan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan kepastian pasokan, tetapi juga diharapkan dapat merasakan penurunan disparitas harga barang di daerah kepulauan. (RRI/red)