TEMBILAHAN, SERANTAU MEDIA - Sore itu, suasana di tepian Sungai Soren, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, tampak seperti hari-hari biasa. Air sungai mengalir tenang, sementara Aisah (32) mandi di belakang rumahnya ditemani sang anak.
Namun, ketenangan itu hanya berlangsung sesaat. Sekitar pukul 17.00 WIB, Ahad (28/6), seekor buaya muara tiba-tiba muncul dari permukaan air. Dalam hitungan detik, predator tersebut menerkam kaki kiri Aisah dan berusaha menyeret tubuhnya ke tengah sungai.
Jeritan Aisah memecah kesunyian. Anak yang berada di dekatnya sontak berteriak meminta pertolongan.
Teriakan itu didengar sang suami, Ujang. Tanpa sempat berpikir panjang, ia berlari menuju tepian sungai. Pemandangan yang dilihatnya membuatnya tak memiliki pilihan selain bertindak cepat.
"Istri saya sudah digigit buaya. Saya langsung terjun ke sungai," tutur Ujang.
Dengan keberanian yang nyaris mempertaruhkan nyawanya sendiri, Ujang berusaha melawan buaya tersebut. Ia menyerang bagian mata buaya menggunakan tangan hingga hewan itu akhirnya melepaskan gigitannya.
"Alhamdulillah, istri saya berhasil saya selamatkan," ucapnya dengan suara bergetar.
Meski berhasil lolos dari maut, Aisah mengalami luka gigitan serius pada kedua kakinya. Warga segera memberikan pertolongan sebelum korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk menjalani perawatan intensif.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora melalui Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban telah mendapat penanganan medis dan kondisinya terus dipantau.
"Kami membenarkan adanya serangan buaya terhadap seorang warga. Korban sudah dievakuasi ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan akibat luka robek yang dideritanya," kata AKP Edi.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan tingginya potensi konflik antara manusia dan buaya di kawasan pesisir Indragiri Hilir. Banyak permukiman warga berdiri di sepanjang bantaran sungai yang juga menjadi habitat alami satwa tersebut, sehingga aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci, maupun mencari ikan menyimpan risiko tersendiri.
Karena itu, kepolisian mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di tepian sungai pada pagi dan sore hari ketika buaya lebih aktif mencari mangsa.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Hindari lokasi yang sepi dan selalu waspada karena buaya bisa muncul sewaktu-waktu," ujar AKP Edi.
Bagi keluarga Ujang, Ahad sore itu akan selalu dikenang sebagai hari ketika keberanian dan naluri menyelamatkan keluarga mampu mengalahkan rasa takut. Namun, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bahwa hidup berdampingan dengan alam menyimpan risiko yang tidak boleh dianggap remeh.(mcr)