PEKANBARU, SERANTAU MEDIA - Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid tiba Pekanbaru, Rabu (11/3/2026). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawanya ke Rutan Pekanbaru jelang akan digelarnya persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru.
Abdul Wahid tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II sekitar pukul 9 pagi tadi. Bersama dua tersangka lain yakni Kadis PUPR M Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur, M Dani Nursalam, ketiganya diangkut menggunakan penerbangan GA 172.
Saat dibawa penyidik KPK, tubuh Abdul Wahid dibalut oleh rompi Oranye dengan nomor 94. Ia juga mengenakan topi gelap dan wajahnya ditutup masker.
Para pendukung dan simpatisan terlihat menunggu kedatangan Abdul Wahid di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk, Pekanbaru. Rombongan pendukung yang didominasi emak-emak tampak memberikan dukungan moral kepada Abdul Wahid, bahkan beberapa di antaranya menangis sambil meminta Abdul Wahid tetap kuat dan sabar menghadapi proses hukum yang berjalan.
Koordinator Gerakan Keadilan untuk Abdul Wahid, Rinaldi, di Pekanbaru menyatakan siap menghadapi proses persidangan yang akan dijalani Abdul Wahid setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin mendatang.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan tim kuasa hukum yang saat ini masih berada di Jakarta untuk melakukan konsolidasi menghadapi persidangan.
“Kami sangat sangat siap untuk menghadapi persidangan. Kami juga telah menemukan hal-hal baru yang kemudian dapat dijadikan senjata pamungkas untuk membuktikan Abdul Wahid tidak bersalah,” ujarnya.
Menurut dia, orang-orang terdekat Abdul Wahid meyakini mantan gubernur tersebut tidak terlibat dalam dugaan perkara yang dituduhkan kepadanya.***