• Fri, Jul 2026

BI dan TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Pulau Terluar Kepri

BI dan TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Pulau Terluar Kepri

Pelepasan kapal KRI Beladau Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar Batam, Kepri, Kamis (2/7/2026). (Foto : antara)


BATAM : SERANTAU MEDIA – Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kepulauan Riau Rony Widijarto mengatakan ekspedisi yang berlangsung pada 2–8 Juli 2026 itu merupakan wujud sinergi BI dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara melalui penyediaan uang rupiah di wilayah perbatasan.

"Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang mengamanatkan Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan rupiah di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T yang memiliki tantangan geografis," kata Rony di Batam, Kamis.

Dalam ekspedisi tersebut, BI akan melayani penukaran uang dan mendistribusikan uang layak edar ke lima pulau, yakni Pulau Tarempa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Pulau Midai dan Pulau Subi Besar di Kabupaten Natuna, Pulau Tambelan di Kabupaten Bintan, serta Pulau Singkep di Kabupaten Lingga.

BI menyiapkan uang layak edar senilai Rp14 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp13 miliar. Menurut Rony, pelaksanaan ERB 2026 juga menandai tahun ke-10 penyelenggaraan program tersebut di wilayah Kepulauan Riau.

Selain layanan penukaran uang, BI akan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara mengatakan pengerahan KRI Beladau dalam ekspedisi tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam melayani masyarakat di wilayah terluar Indonesia.

"Kehadiran kapal perang TNI AL dalam ekspedisi ini menunjukkan komitmen negara memberikan pelayanan kepada masyarakat di daerah 3T. Pelayaran akan menempuh jarak sekitar 1.135 mil laut," ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal mengatakan distribusi uang layak edar di Kepri menghadapi tantangan karena sekitar 96 persen wilayah provinsi tersebut berupa lautan.

"Rupiah adalah simbol kedaulatan negara. Karena itu, ketersediaan uang layak edar di pulau-pulau terluar sangat penting agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap alat pembayaran yang sah," katanya. (Antara/red)