BATAM : SERANTAU MEDIA - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebut hilirisasi komoditas timah di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mulai berkembang ke berbagai produk turunan untuk mendukung kebutuhan industri elektronik, salah satunya solder paste atau pasta solder.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan kerja sama PT Solder Team Andalan Indonesia (STANIA) dengan Asahi Solder dalam pengembangan produk berbasis timah menjadi langkah penting untuk memperluas hilirisasi komoditas tersebut.
"Ini merupakan langkah luar biasa untuk investasi di Batam. Kami melihat hilirisasi timah tidak lagi berhenti pada material, tetapi sudah masuk ke tahap pengolahan menjadi produk yang dibutuhkan industri," kata Ariastuty di Batam, Jumat (11/9).
Solder paste merupakan bahan yang digunakan dalam proses perakitan komponen elektronik.
Ariastuty mengatakan kerja sama tersebut menunjukkan semakin beragamnya produk industri yang dapat dikembangkan di Batam. Ia memperkirakan produk berbasis timah tersebut berpotensi diekspor lebih dari 100 ton pada 2027.
"Kita ekspektasikan dengan pertumbuhan ekonomi akan semakin maju lagi dan semakin tinggi lagi, dan adanya keberagaman produk-produk yang dihasilkan di Batam," ujarnya.
Menurut dia, pengembangan produk turunan timah juga menjadi bagian dari diversifikasi industri yang dapat memperkuat struktur perekonomian Batam seiring meningkatnya investasi dan aktivitas manufaktur.
"Untuk hilirisasi industri timah di Batam, materialnya didatangkan dari luar, masuk di Batam, lalu diolah dan diekspor ke luar. Jadi kami melihat ada hilirisasi tersebut," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Arsari Tambang sekaligus Wakil Presiden Direktur Arsari Group Aryo P. S. Djojohadikusumo mengatakan pengembangan produk solder merupakan bagian dari upaya membangun rantai pasok industri elektronik di dalam negeri.
Menurut Aryo, kebutuhan rantai pasok industri elektronik semakin penting seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
STANIA yang merupakan bagian dari Arsari Tambang berfokus pada pengembangan industri solder dan material pendukung elektronik.
"Tahun ini kami juga sedang membangun pabrik pertama di Indonesia untuk GPU (Graphics Processing Unit) assembling, untuk merakit GPU dari mitra-mitra kami seperti Nvidia dan AMD," kata Aryo.
Ia mengatakan pembangunan ekosistem AI tidak hanya membutuhkan computing dan connectivity, tetapi juga industri serta rantai pasok pendukung.
Karena itu, kerja sama dengan Asahi Solder dinilai penting untuk mempercepat pengembangan rantai pasok industri elektronik di Indonesia. Perusahaan tersebut memiliki pengalaman dan kapabilitas internasional di bidang soldering serta electronic interconnect materials.
"Sudah waktunya Indonesia tidak lagi bergantung pada harga dunia, tetapi membangun ekosistem sendiri sehingga nilai tambah dari seluruh hasil tambang Indonesia bisa kita dapatkan. Itu yang kita maksud dari hulu ke hilir," ujar Aryo.