• Sat, Jun 2026

Dari Galeri ke Pulau Eksotis, Menyelami Pesona Laut Mersing Sejak Langkah Pertama

Dari Galeri ke Pulau Eksotis, Menyelami Pesona Laut Mersing Sejak Langkah Pertama


JOHOR BAHRU : SERANTAU MEDIA  – Perjalanan menuju pulau-pulau eksotis di Mersing, Johor, ternyata tidak dimulai dari dermaga atau kapal wisata. Sebelum menjejakkan kaki di hamparan pasir putih dan menikmati kejernihan laut yang menjadi daya tarik kawasan ini, wisatawan diajak lebih dulu mengenal kehidupan bawah laut melalui Galeri Taman Laut Johor.

Berada di kawasan Mersing, galeri yang dapat dikunjungi secara gratis ini menjadi semacam "gerbang pengetahuan" bagi para pelancong. Di dalamnya, pengunjung diperkenalkan dengan kekayaan biota laut, ekosistem terumbu karang, hingga gugusan pulau yang menjadikan Mersing sebagai salah satu destinasi wisata bahari terpenting di Malaysia.

Bagi banyak wisatawan, galeri ini mungkin hanya menjadi persinggahan singkat sebelum berlayar. Namun di balik ruang-ruang pamerannya tersimpan cerita panjang tentang bagaimana laut dan pulau-pulau di Johor dijaga untuk generasi mendatang.

1001376478.jpg

“Galeri ini adalah tempat untuk mempelajari kehidupan marine life dan juga tempat kami memperkenalkan pulau-pulau yang berada di Mersing,” ujar Sekretaris Mersing Tourism Association, Ahmad Firdaus Shaik Omar, saat menerima kunjungan media, Jumat (19/6/2026).

Mersing sendiri menyimpan kekayaan geografis yang mengagumkan. Sebanyak 97 pulau tersebar di perairannya, membentuk lanskap bahari yang menjadi kebanggaan Negeri Johor. Dari jumlah tersebut, 13 pulau telah berkembang menjadi destinasi wisata komersial yang menawarkan penginapan, aktivitas laut, hingga wisata keluarga.

1001376477.jpg

Tak hanya itu, terdapat 20 pulau yang berada dalam kawasan Taman Laut Johor, termasuk sebagian besar pulau wisata yang paling populer di wilayah tersebut.

Salah satu nama yang kerap menjadi tujuan favorit wisatawan adalah Pulau Besar. Pulau ini menawarkan pemandangan yang nyaris menyerupai kartu pos: pasir putih yang lembut, air laut sebening kristal, serta terumbu karang yang masih terlihat jelas dari permukaan.

“Pemandangannya cantik, pasirnya putih, air lautnya crystal clear, dan pengunjung dapat melihat terumbu karang yang indah langsung dari permukaan,” kata Ahmad Firdaus.

Namun, Mersing tidak ingin wisatawan hanya datang untuk menikmati keindahan alam. Melalui Galeri Taman Laut, pengunjung juga diajak memahami pentingnya menjaga ekosistem yang menjadi sumber daya utama kawasan tersebut.

Di berbagai sudut galeri, pesan-pesan konservasi disampaikan secara sederhana namun kuat. Pengunjung diingatkan bahwa pulau-pulau di Mersing bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi dan berada di bawah perlindungan Jabatan Perikanan Taman Laut Negeri Johor.

Karena itu, setiap wisatawan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya.

“Ambil foto sebanyak-banyaknya, tetapi jangan meninggalkan apa pun selain jejak kunjungan yang baik,” pesan Ahmad Firdaus.

Semangat menjaga alam itu kini menjadi bagian dari visi besar Mersing dalam membangun sektor pariwisata masa depan. Tahun 2026 menjadi momentum penting karena Mersing dijadwalkan bergabung dalam International Network of Sustainable Tourism Observatories (INSTO), jaringan internasional di bawah naungan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Tourism).

Keikutsertaan tersebut menjadikan Mersing sebagai salah satu destinasi perintis di Malaysia yang menerapkan sistem pemantauan pariwisata berkelanjutan secara terukur. Melalui program ini, berbagai indikator seperti dampak lingkungan, kesejahteraan masyarakat lokal, keterlibatan generasi muda, hingga akses bagi kelompok penyandang disabilitas akan dipantau secara berkala.

Tren pariwisata global saat ini memang bergerak ke arah yang lebih bertanggung jawab. Wisatawan tidak lagi hanya mencari destinasi yang indah, tetapi juga tempat yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Di tengah arus tersebut, Mersing menawarkan pendekatan yang berbeda. Keindahan pulau-pulaunya tidak hanya dipromosikan sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai warisan alam yang harus dirawat bersama.

Karena itulah, Galeri Taman Laut Johor menjadi lebih dari sekadar pusat informasi wisata. Tempat ini menjelma sebagai ruang belajar yang mempertemukan wisatawan dengan laut, mengenalkan pentingnya konservasi, sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah destinasi berupaya tumbuh tanpa kehilangan jati dirinya.

Sebelum kapal berangkat menuju pulau-pulau cantik di Mersing, galeri ini mengingatkan satu hal sederhana: menikmati alam adalah pengalaman yang menyenangkan, tetapi menjaganya adalah tanggung jawab bersama.(tim)