KEPRI: SERANTAU MEDIA – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali menggelar Kepri Ramadhan Fair (KURMA) 2026, yang akan berlangsung pada 2–8 Maret 2026. Event tahunan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi syariah sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadhan di Kepri.
Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan KURMA 2026 yang digelar di Ruang Rapat Sekda Lantai III, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (2/2/2026). Rapat dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira, dan dihadiri perangkat daerah, Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam arahannya, Luki menegaskan bahwa KURMA (Kepulauan Riau Ramadhan Fair) telah menjadi identitas tahunan Provinsi Kepri. Branding KURMA yang digunakan sejak 2024 kembali dipertahankan pada pelaksanaan tahun ini.
“KURMA sudah menjadi ciri khas Kepri. Ini berawal dari program KDEKS dan KNEKS, bahkan Kepri menjadi salah satu daerah yang lebih awal mendapat perhatian nasional dalam pelaksanaan Ramadhan Fair,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran Bank Indonesia Perwakilan Kepri sebagai Ketua Pelaksana KDEKS Daerah yang dinilai konsisten mendukung penyelenggaraan KURMA dari tahun ke tahun.
Rangkaian kegiatan KURMA 2026 akan diisi berbagai agenda bernuansa religi dan ekonomi, antara lain lomba azan dan dai cilik tingkat provinsi, lomba busana muslim berbasis produk UMKM lokal, lomba kompang dan sholawat, pasar murah, bazar UMKM, serta seminar ekonomi dan keuangan syariah. Selain itu, akan tersedia Pojok Layanan Syariah yang meliputi sertifikasi halal, literasi keuangan, serta layanan MUI dan BPJPH.
Sekda menekankan pentingnya penunjukan person in charge (PIC) pada setiap kegiatan agar persiapan dapat berjalan tepat waktu mengingat jadwal pelaksanaan yang semakin dekat.
Rapat juga menyepakati bahwa bazar UMKM tetap dipusatkan di Jalan Merdeka, sementara penutupan acara dan agenda utama akan digelar di kawasan Gedung Dekranasda Kepri, yang dinilai lebih representatif untuk menerima tamu VIP dan kegiatan berskala besar.
“Kawasan Dekranasda lebih luas dan fasilitasnya mendukung, terutama untuk tamu undangan dan kebutuhan teknis lainnya,” jelas Luki.
Ia meminta seluruh perangkat daerah segera menyusun teknis pelaksanaan dan perencanaan anggaran secara konkret. Setiap usulan kegiatan, lanjutnya, harus disertai dengan perhitungan biaya agar pelaksanaan KURMA 2026 berjalan realistis dan efektif.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, memaparkan konsep awal KURMA 2026 yang mencakup penataan lokasi, jadwal kegiatan, serta pola kolaborasi lintas OPD. Konsep tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Bank Indonesia dan tim KDEKS untuk penyempurnaan. (Rls/red)