BATAM, SERANTAU MEDIA - Anggota Komisi VII DPR RI yang melakukan Kunjungan Spesifik ke Kota Batam pada Selasa-Rabu (10-11/2/2026). Hadir saat kunjungan itu dari Pihak Kementerian Pariwisata BP Batam, BTP, Dinas Perindutrian Kota Batam beserta pihak terkait lainnya.
Dalam kesempatan itu, Hendry Munief mengatakan, Batam memiliki peran strategis sebagai kawasan perbatasan sekaligus pintu gerbang utama pariwisata internasional di wilayah barat Indonesia.
Kedekatan geografis dengan Singapura, dukungan konektivitas transportasi lintas negara, serta status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) menjadikan Batam sebagai magnet utama wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura.
"Berdasar data BPS, kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan. Pada periode Januari–Agustus 2025, total kunjungan wisman mencapai lebih dari 1 juta orang, dengan sekitar 50–65% di antaranya berasal dari Singapura, " terang politisi PKS tersebut.
Banyaknya tingkat kunjungan ke Batam saat ini tidak terlepas dari melemahnya ekonomi Singapura saat ini. Ada tren baru Warga Singapura pada Sabtu-Minggu berbelanja kebutuhan sehari-hari di Batam. Hal ini disebabkan harga barang di Singapura yang sudah sangat tinggi.
"Efeknya saat ini adanya orientasi singkat, hanya satu atau dua hari, rata-rata lama tinggal wisatawan sekitar 1,86 hari. Pola ini menunjukkan karakteristik wisata singkat yang cenderung berorientasi pada aktivitas belanja (shopping tourism), bukan wisata berbasis pengalaman jangka panjang." terang Hendry Munief.
Fakta ini menegaskan bahwa Singapura bukan hanya pasar utama, tetapi juga faktor dominan dalam dinamika ekonomi Batam. Dari sisi ekonomi, tingginya arus wisatawan ini memberikan kontribusi positif terhadap sektor perhotelan, perdagangan, dan jasa.
Fenomena pembelian barang dalam jumlah besar oleh wisatawan asing maupun perantara lintas batas—yang kerap disebut masyarakat sebagai “orang kapal” telah memicu kekhawatiran akan terganggunya distribusi barang bagi masyarakat Batam.
"Akibatnya, adanya indikasi tekanan harga barang di Batam saat ini. Memang persoalan kelangkaan bersifat spesifik, temporer, dan sangat bergantung pada komoditas tertentu, namun tetap berpotensi membesar jika tidak dikelola dengan baik. Dan kita minta pemerintah pusat tidak membiarkan ini berlarut-larut." tegas Hendry Munief.
Dia tidak memungkiri kondisi pelemahan ekonomi Singapura ini menjadi berkah bagi Kota Batam. Namun ketika peluang ini tidak ditangkap dengan baik, regulasi tidak diatur dengan baik maka ini cuma akan membawa persoalan baru di dalam negeri.
"Kondisi Singapura ini harus kita lihat ini sebagai peluang. Pemerintah mempersiapkan segala sesuatu agar Indonesia menjadi alternatif terbaik bagi masyarakat dan pengusaha yang selama ini ada di Singapura." terangnya. ***
Hendry Munief dalam kunjungan spesifik ke Kota Batam Kepulauan Riau. (ANTARA/HO-Hendry Munief)
-
Haul Syekh Syihabuddin, Ribuan Jemaah Tiga Negara Padati Masjid Sultan Riau
12 Feb, 2026 14 views -
Pertama di Lingkungan Pemprov, DPMPTSP Kepri Raih Predikat WBK 2025 dari Kemenpan RB
11 Feb, 2026 22 views -
-
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy