NATUNA : SERANTAU MEDIA – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Ranai menggelar operasi gabungan pengawasan orang asing di Pulau Kepala, salah satu pulau kecil terluar di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Dalam operasi tersebut, petugas memeriksa dua warga negara (WN) China yang bekerja pada proyek pembangunan pengaman Pantai Pulau Kepala tahap II.
Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Ranai, I Putu Brahmantya Perrynando, Kamis (18/6/2026), mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas orang asing di lokasi proyek berjalan sesuai ketentuan keimigrasian.
"Operasi ini merupakan bagian dari upaya pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah perbatasan, khususnya di pulau-pulau terluar," katanya.
Operasi gabungan dilaksanakan pada Selasa (16/6/2026) bersama Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kecamatan Serasan dan Serasan Timur. Tim melibatkan unsur Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan, Balai Kekarantinaan Kesehatan, Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau, Polsek Serasan, Pos TNI AL Serasan, serta Koramil 06/Serasan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian, identitas pekerja, pemantauan lapangan, serta pengumpulan informasi terkait aktivitas warga negara asing di lokasi proyek.
Selain pemeriksaan administrasi, tim juga memberikan sosialisasi dan imbauan kepada pelaksana proyek serta masyarakat agar mematuhi aturan keimigrasian dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas orang asing yang mencurigakan.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan dua warga negara China dan 30 warga negara Indonesia yang bekerja di lokasi proyek. Seluruh dokumen keimigrasian dinyatakan lengkap dan tidak ditemukan pelanggaran izin tinggal.
"Operasi gabungan ini merupakan bentuk sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perbatasan, khususnya di pulau-pulau terluar," ujar Putu.
Imigrasi Ranai menegaskan pengawasan terhadap orang asing akan terus dilakukan secara berkala, terutama di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar yang memiliki nilai strategis bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Ant/red)