NATUNA : SERANTAU MEDIA– Seorang nelayan bernama Yakuf (61), warga Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, diduga meninggal dunia akibat tersambar petir saat mencari kepiting di Sungai Penarik, Sabtu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Abdul Rahman, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut dari Kepala Desa Binjai, Rosyid, pada Sabtu siang.
Sebelum ditemukan, korban sempat dicari oleh aparat desa bersama warga karena tidak kunjung pulang setelah pergi mencari kepiting.
“Setelah menerima laporan, tim SAR langsung bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan evakuasi,” kata Abdul Rahman.
Namun, dalam perjalanan menuju lokasi, tim mendapat informasi bahwa korban telah ditemukan oleh warga dan dievakuasi menggunakan pompong nelayan menuju Pelabuhan Binjai.
Setibanya di pelabuhan, Tim Rescue SAR Natuna membantu proses evakuasi serta penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
Abdul Rahman mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika cuaca buruk disertai hujan dan petir.
“Masyarakat diharapkan segera menghentikan aktivitas di sungai, laut, maupun area terbuka apabila muncul tanda-tanda cuaca ekstrem untuk menghindari risiko yang membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Proses evakuasi melibatkan personel SAR Natuna, Polsek Bunguran Barat, Koramil Bunguran Barat, Puskesmas Bunguran Tengah, aparat Desa Binjai, serta masyarakat setempat.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan kendaraan rescue, pompong nelayan, peralatan medis, perlengkapan evakuasi, radio komunikasi, dan alat keselamatan lainnya.
Saat proses evakuasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan hujan dengan suhu sekitar 28 derajat Celsius dan kecepatan angin 10 knot dari arah barat daya. (Ant/red)