TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprioritaskan pemasangan 2.050 sambungan listrik gratis bagi rumah tangga kurang mampu pada tahun anggaran 2026.
Program tersebut didanai melalui sinergi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepri, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepri M. Darwin mengatakan, sebanyak 450 sambungan listrik gratis dialokasikan melalui APBD Kepri dan tersebar di tujuh kabupaten dan kota.
Selain itu, pemerintah juga mendapat alokasi 1.400 sambungan listrik gratis dari APBN.
“Dari APBD Kepri dialokasikan sebanyak 450 sambungan baru listrik gratis yang tersebar di tujuh kabupaten/kota, ditambah alokasi APBN sebanyak 1.400 sambungan,” kata Darwin di Tanjungpinang, Selasa.
Khusus Kota Batam, terdapat tambahan 200 sambungan listrik baru yang bersumber dari dana CSR sejumlah perusahaan pemegang izin usaha ketenagalistrikan, seperti PLN Batam, Panbil, Tunas, Batamindo, Lagoi, Lobam, dan Tanjung Kasam Power.
Seluruh penerima program akan mendapatkan sambungan listrik dengan daya subsidi sebesar 900 watt. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap verifikasi kelayakan calon penerima yang dilakukan bersama PT PLN (Persero), sekaligus persiapan penunjukan pelaksana kegiatan.
“Target kami, pemasangan sambungan fisik listrik di lapangan dapat selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan,” ujarnya.
Darwin mengatakan program pemasangan listrik gratis tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasio elektrifikasi di Kepulauan Riau. Saat ini, rasio elektrifikasi Kepri telah mencapai 99,45 persen.
Meski demikian, masih terdapat sekitar 0,55 persen atau sekitar 4.000 rumah tangga di Kepri yang belum menikmati akses listrik. Sebagian besar berada di wilayah pulau terpencil dan kawasan pesisir, termasuk Rempang dan Galang di Kota Batam.
Pemerintah menargetkan seluruh rumah tangga yang belum berlistrik tersebut dapat terlayani secara bertahap hingga akhir periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada 2029.
“Sisa sekitar 4.000 rumah tangga ini ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir periode RPJMD tahun 2029,” kata Darwin.
Menurutnya, program sambungan listrik gratis tidak hanya bertujuan memberikan akses penerangan hingga ke pelosok daerah, tetapi juga membantu masyarakat kurang mampu memperoleh layanan listrik yang aman dan layak.
Ketersediaan listrik juga diharapkan dapat mendukung aktivitas pendidikan anak-anak pada malam hari serta membuka peluang usaha dan meningkatkan produktivitas masyarakat.***