NATUNA : SERANTAU MEDIA– Tim SAR gabungan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menemukan satu lagi anak buah kapal (ABK) KM Ocean Three yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah kapal yang mereka tumpangi diduga mengalami kecelakaan di laut. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Perairan Pian, Senin (29/6).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Abdul Rahman, mengatakan korban bernama Arip ditemukan sekitar pukul 09.05 WIB oleh nelayan yang turut membantu operasi pencarian. Jasad korban mengapung sekitar 6,5 mil laut dari Pantai Pian Padang.
"Korban berhasil diidentifikasi oleh pihak keluarga melalui tanda lahirnya. Atas permintaan keluarga, jenazah langsung dievakuasi ke rumah duka di Singgang Bulan," kata Abdul Rahman.
Dengan ditemukannya Arip, dari tiga awak KM Ocean Three, satu orang ditemukan selamat, satu meninggal dunia, dan satu lainnya masih dalam pencarian.
Sebelumnya, pada Minggu (28/6), tim SAR gabungan berhasil menemukan nakhoda kapal, Wan Zaidan, dalam kondisi selamat. Korban bertahan hidup dengan berpegangan pada tutup boks fiber penyimpanan ikan yang terapung di laut hingga akhirnya ditemukan tim penyelamat.
KM Ocean Three diketahui berlayar dari Pelabuhan Sedanau menuju Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Rabu (24/6) dengan membawa muatan ikan dan tabung gas serta diawaki tiga orang. Agen kapal kemudian melaporkan kapal tersebut hilang kontak pada Sabtu (27/6) setelah tidak kunjung tiba di tujuan.
Operasi pencarian memasuki hari ketiga pada Senin. Pada hari pertama, tim menemukan boks fiber penyimpanan ikan milik kapal. Sehari kemudian ditemukan tabung gas dan nakhoda dalam keadaan selamat. Hari ketiga, tim berhasil menemukan Arip dalam kondisi meninggal dunia.
"Hingga saat ini, operasi SAR masih dilanjutkan untuk mencari satu ABK lainnya atas nama Yoga," ujar Abdul Rahman.
Ia mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan, termasuk nelayan yang ikut membantu proses pencarian.
"Operasi ini merupakan misi kemanusiaan. Sinergi seluruh unsur sangat penting agar seluruh korban dapat segera ditemukan," katanya. (Ant/red)