BATAM, SERANTAU MEDIA — Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, berencana membangun Pasar Induk Jodoh untuk menyediakan tempat usaha yang lebih layak bagi pedagang sekaligus menata kawasan kota.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan skema kerja sama proyek tersebut. Pembangunan pasar ditandai dengan penandatanganan kerja sama pemanfaatan aset daerah antara Pemkot Batam dan PT Usaha Jaya Karya Makmur.
Menurutnya, optimalisasi aset daerah menjadi prioritas agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana aset daerah ini benar-benar produktif dan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," katanya, Selasa (24/3/2026).
Plh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam, Suhar, menjelaskan proyek ini tidak menggunakan APBD, melainkan melalui skema kerja sama dengan pihak swasta karena nilai investasi mencapai ratusan miliar rupiah.
Ia menambahkan, pembangunan pasar induk juga menjadi solusi atas kondisi kawasan TOS 3000 yang dinilai semrawut dan mengganggu jalan. Seluruh pedagang nantinya akan direlokasi secara bertahap ke pasar baru yang lebih tertata dan higienis.
Pemindahan ditargetkan mulai pada 2027 dan selesai pada 2028. Pasar Induk Jodoh akan dibangun bertingkat, dengan pemisahan area basah dan kering serta fasilitas yang lebih lengkap untuk mendukung aktivitas perdagangan.
Selain penataan kota, proyek ini diharapkan memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan UMKM. "Pasar induk ini kami arahkan untuk memberdayakan ekonomi dengan memberikan ruang bagi pedagang kecil dan UMKM agar bisa tumbuh," kata Suhar. (Ant/red)